Sabtu, 25 May, 2013

Nanang Sudjana: PBB dan Persib 1933 Salah Paham

BANDUNG, (PRLM).- Anggota Dewan Penasihat Pengurus Cabang (Pengcab) PSSI Kota Bandung, Nanang Sudjana mengatakan kesalahpahaman yang terjadi antara PT. Persib Bandung Bermartabat (PT. PBB) dengan PT. Persib 1933 harus segera diselesaikan untuk menghindari kerusakan nama besar Persib Bandung.

“Ini bukan kisruh, saya rasa hanya ada salah pengertian saja antara PT. Persib 1933 dengan lima orang perwakilan ke-36 Persatuan Sepakbola (PS). Makanya, hal ini harus segera diluruskan. Saya yakin, kedua belah pihak sama-sama ingin membangun Persib lebih baik lagi,” ujar Nanang saat dihubungi “PR” via telefon selulernya, Jumat (10/8) malam.

Menurut dia, adanya PT. Persib 1933 bukanlah hal yang harus dianggap sebagai “Persib Tandingan”. Pendirian tersebut, ujar Nanang, mungkin karena ada keinginan mereka yang tidak tersampaikan atau dirasa belum terakomodasi dengan baik oleh kelima orang yang dulunya ditunjuk 36 PS sebagai perwakilan pemilik 30 persen saham di PT. PBB.

“Pak Zainuri, pak Yoyo, pak Iwan, pak Umuh, dan pak Kuswara sebaiknya meminta pak Dada untuk menjembatani perbedaan pengertian ini. Soalnya, pak Dada kan dulu sebagai mandataris ke-36 PS itu untuk menunjuk orang yang akan mewakili PS dalam kepemilikan saham bersama itu,” kata dia menjelaskan.

Nanang menegaskan, jika pertemuan kedua belah pihak tersebut segera dilakukan, perbedaan pendapat ini akan segera terselesaikan. Ini penting, mengingat penyelesaian masalah yang nantinya kemungkinan akan disepakati bersama, akan menjadi solusi terbaik bagi kedua belah pihak. “Hade ku omong, goreng ku omong. Diuk babadamian,” ucapnya.

Seperti diberitakan “PRLM” sebelumnya, 30 persen kepemilikan saham PT. PBB dimiliki oleh lima orang yang dulunya ditunjuk mandataris 36 PS, Dada Rosada. Kelima orang tersebut ialah Zainuri Hasyim (156 lembar), Umuh Muchtar (108 lembar), Kuswara S Taryono, Yoyo S Adiredja, dan Iwan D Hanafi masing-masing 12 lembar. Sementara, 70 persen (700 lembar) sisanya dimiliki PT. Surya Eka Persada sebagai mayoritas pemegang saham.

“Jika nantinya kepemilikan 30 persen saham mungkinn akan diberikan kepada 36 PS, itu bisa saja. Tinggal lakukan saja penghitungan dan mekanismenya bagaimana. Yang terpenting, semua pihak yang terlibat, silakan segera lakukan pertemuan untuk membahas kesalahpahaman ini. Pak Dada, sosok yang tepat untuk menjembatani dua kubu ini,” katanya.

Kendati demikian, jelas Nanang, keputusan atau kesepakatan apapun yang nantinya akan diambil sebagai solusi permasalahan, hal itu harus demi kebaikan “Maung Bandung”. Pada pertemuan nanti, semua pihak pasti akan terbuka dan mengutarakan keinginan satu sama lain, beber Nanang. “Sudahlah, permasalahan ini saya yakin hanya salah pengertian saja. (A-200/A-26)***

si sukro antek johar

Anonymous's picture

si sukro antek johar

saya kira bukan salah

Anonymous's picture

saya kira bukan salah paham...tapi memang pendirian persib 1933...berbau lpi....liga acak adut..

ah lieur... mana nu bener...

Anonymous's picture

ah lieur... mana nu bener... nu penting mah persib...

Mimitina teu panuju tuluy

Anonymous's picture

Mimitina teu panuju tuluy papaseaan tuluy.............
Ari anu 70% saham milik perusaan saha ?
Bisa persib di pimilik ku bobotoh ?

Punya informasi berapa biaya

Anonymous's picture

Punya informasi berapa biaya untuk membeli 70% saham PT PBB. Jumlah rakyat pasundan sekitar 50 jutaan, sekitar 15 jutaan diperkirakan merupakan bobotoh setia Persib. Kalau setiap bobotoh menyumbang 10 ribu maka akan terkumpul dana 150 miliar, apa cukup untuk membeli saham 70 % ini? Rakyat Pasundan memang khas, semua dari banten sampai Cirebon, Garut, dan Ciamis bahkan diluar Pasundan merasa memiliki Persib. Hal ini berbeda dengan Jawa walaupun secara jumlah penduduk lebih banyak jumlahnya tapi semua terkotak-kotak dengan berbagai kesebelasannya. Oleh karena itu perusahaan sponsor dan iklan banyak yang bekerjas sama dengan persib. Intinya siapapun perusahaan yang menanam dananya untuk Persib di jamin akan untung, karena dibelakangnya di backup oleh jutaan bobotoh. TINGGAL SIAPA SEKARANG YANG CERDIK YANG BISA MEMAKSIMALKAN DAN MEMANFAATKAN KEKUATAN BOBOTOH.

Hade tah saran teh, ngan saya

Anonymous's picture

Hade tah saran teh, ngan saya mah mending mikiran meli beas dari pada pipilueun riweuh siga kitu......

Para penggemar umuh narafsu

Anonymous's picture

Para penggemar umuh narafsu euy....hahaha

katingali teu ngalalarti na teh...

Hidup Persib 1933 siap ikut IPL liga anu resmi

he he jangan-jangan anda yang

Anonymous's picture

he he jangan-jangan anda yang gak ngerti....weleh-weleh

he...he....biarin....padha

Anonymous's picture

he...he....biarin....padha panic choy.... take it easy choy..
sakeudeung deui PT PBB bubar......
pengikutna ngaranggur....
keun di tempat uing aya lowongan kerja ngabersihan kandang kuda....ngabersihan wc...jeung ngabersihan....
uing rela maranehna gawe didinya...daripada ngaletakan bujur umuh wae...
he...he..jarang2 hate genah kieu... rasana siga persib menang ngalawan musuhna..
he...he.. sigana ieu tanda-tanda kejayaan Persib 1933!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Hahaha....puasa teh asa

Anonymous's picture

Hahaha....puasa teh asa genah....pek Persib unuh mah dek eleh ku saha oge teu paduli ayeuna mah..

KURING BOGA PERSIB ANYAR...NAMINA PERSIB 1933....

BUNGAHHHHH

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.