Sejak 26 Tahun Terakhir

Tujuh Badak Sumatra Tertangkap Kamera

NASIONAL
SAAT ini terdapat sekitar 200 badak Sumatra di hutan Indonesia dan Malaysia.*
BBC.CO.UK/PRLM
SAAT ini terdapat sekitar 200 badak Sumatra di hutan Indonesia dan Malaysia.*

BANDA ACEH, (PRLM).- Para pegiat lingkungan mengatakan tujuh badak yang nyaris punah terekam foto di Taman Nasional Leuser, Aceh, yang merupakan foto pertama dalam 26 tahun terakhir.

"Kami pasang 28 kamera sejak Juli lalu dan dari situ enam bulan kemudian kami dapatkan sekitar 1.000 gambar dan dari gambar itulah kami coba analisis tentang populasi badak ini," kata Jamal Gawi, Direktur Yayasan Leuseur Internasional kepada BBC Indonesia.

Jamal mengatakan dari foto yang ada, terekam satu ekor badak jantan dan enam betina dan populasi badak diperkirakan tidak lebih dari 27 ekor.

Ia mengatakan informasi terakhir tentang adanya badak diperoleh sekitar 26 tahun lalu. "Hasil survei ini merupakan berita gembira tentang konservasi badak," tambahnya.

Upaya selanjutnya, kata Jamal adalah melakukan survei lebih lanjut di tujuh lokasi lain di Leuser yang diperkirakan menjadi habitat binatang yang dilindungi ini.

Langkah meneliti populasi badak, menurut Jamal, dilakukan, pada saat para pegiat lingkungan meneliti populasi harimau tahun 2008. Saat penelitian itu mereka juga menemukan jejak-jejak badak.

Saat ini diperkirakan terdapat hanya 200 ekor badak Sumatra yang terdapat di Indonesia dan Malaysia, setengah dari jumlah 15 tahun lalu.

Sekitar 70% populasi badak punah sejak tahun 1985, terutama karena perburuan dan hilangnya habitat.(bbc/A-147)***

Baca Juga

BNPB: Lebih 40 Ton Garam Telah Ditaburkan Untuk Hujan Buatan

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan operasi hujan buatan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di Riau. Operasi ini telah berlangsung selama 25 hari sejak digelar pada 2 Maret 2015.

Sanggul Tradisional Memerlukan Sentuhan

NASIONAL
MUKHIJAB/PRLM

YOGYAKARTA, (PRLM).- Sanggul tradisional memerlukan sentuhan dari para ahli dan pelaku bisnis kecantikan supaya warisan tata rias dari berbagai kerajaan di tanah air tetap eksis, tidak punah akibat tergilas oleh modernisasi budaya.

Umat Islam tidak Terpancing Penutupan Situs

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Wakil Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Fahira Idris mengimbau umat Islam tidak terpancing dengan pemblokiran beberapa situs media Islam, karena dianggap sebagai situs penggerak paham radikalisme dan sebagai simpatisan radikalisme oleh Kementerian Komunikasi dan

Legislatif Pertanyakan Leadership Presiden Jokowi

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).-Pemerintahan Joko Widodo dinilai mengalami disharmoni dalam struktur kepemerintahannya. Itu karena, setiap kebijakan yang diambil lebih bersifat sporadis dan cenderung jangka pendek.