Selasa, 18 Jun, 2013

Pindahkan Lokasi Galian C dari Gunung Tampomas

SUMEDANG, (PRLM).-Sejumlah pemerhati lingkungan mendukung aspirasi masyarakat sebelumnya agar lokasi galian C di kaki gnung Tampomas di Kec. Cimalaka, dipindahkan ke lokasi lain.

Pasalnya, kerusakan lingkungan akibat dampak galian C, dinilai sudah memprihatinkan. Kondisi itu, terutama menyusutnya sejumlah mata air yang menjadi kebutuhan vital masyarakat sekitar.

“Oleh karena itu, kami mendukung kalau ada aspirasi masyarakat yang menginginkan lokasi galian C di kaki gunung Tampomas dipindahkan ke lokasi lainnya. Sebab kerusakan lingkungannya sudah parah. Untuk menindaklanjuti aspirasi ini, Dinas Pertambangan Energi dan Pertanahan (Distamben dan Pertanahan) Kab. Sumedang harus segera merekomendasikan pemindahannya, sekaligus mencari lokasi lain yang layak,” kata Pemerhati Lingkungan Sumedang, Azis Hidayat ketika ditemui di Sumedang, Rabu (8/8).

Menurut dia, aspirasi pemindahan lokasi galian C berupa sirtu (pasir dan batu) di kaki Gunung Tampomas tersebut, dinilai tepat. Dengan alasan, tingkat kerusakan lingkungannya memprihatinkan.

Seperti halnya, terus menyusutnya debit air di sejumlah mata air. Bahkan ada sejumlah mata air yang hilang karena jalurnya terpotong aktivitas galian C.

“Jika ini terus dibiarkan, kekeringan dan kesulitan air akan mengancam masyarakat di sekitar kaki Tampomas. Apalagi sekarang musim kemarau. Makanya, sebelum ancaman ini terjadi, dinas harus secepatnya mengambil tindakan. Salah satunya, merespon pemindahan lokasi galian C. Idealnya, semua kawasan Gunung Tampomas dijadikan kawasan lindung. Upaya itu, guna menjamin ketersediaan air bagi masyarakat serta menjaga kelestarian makhluk hidup di dalamnya,” tutur Azis.

Pemindahan lokasi galian C, lanjut dia, perlu segera direkomendasikan oleh dinas. Terlebih, masih banyak bekas galian C yang dibiarkan, tanpa direklamasi. Kondisi itu terutama terjadi di Desa Cibeureum, Kec. Cimalaka.

Hal itu, akibat para pengusahanya kurang menyadari pentingnya menjaga lingkungan, sekaligus mencegah terjadinya bencana alam. Bahkan pengusaha cenderung hanya memikirkan kepentingan usahanya sendiri.

“Memang yang saya lihat, masih ada bekas galian C yang belum direklamasi. Selain itu, aktivitas galian di sekitar tebing, tidak di-trap (sengkedan) sehingga rawan longsor dan banjir. Seperti sekarang musim kemarau. Ketika datang hujan, perlu diwaspadai ancaman longsor dari tebing. Dikarenakan aktivitas galian C dinilai banyak dampak negatifnya ketimbang dampak positif, sehingga kami mendukung aspirasi pemindahan lokasi galian C di kaki Gunung Tampomas,” kata Azis. (A-67/A-89)***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR