Kebutuhan Premium di Jateng Selatan Diperkirakan Naik 75 Persen
CILACAP, (PRLM).- Kebutuhan bahan bakar minyak jenis premium pada puncak arus mudik untuk 100 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jawa Tengah selatan diperkirakan naik 75 persen atau mencapai 2.500 kilo loter (KL) per hari.
Lonjakan kebutuhan disebabkan lalu lintas di jalur selatan bakal lebih padat. Akan ada limpahan arus mudik dari Pantura terkait amblesnya jalur Ciregol Brebes.
"Jalur penghubung antara jalur selatan-pantura atau jalur ciregol antara Purwokerto-Brebes, belum sepenuhnya normal hingga lebaran. Meski jalur sudah dibuka kendraan yang lewat dibatasi khusus kendaraan kecil. Truk atau bus dengan tonase di atas 10 ton tetap dialihkan ke jalur selatan, Purwokerto-Ciamis - Nagreg," kata Kepala Pertamina Depot Maos Imam Wibowo di Maos, Cilacap, Rabu (8/8/12).
Pengalihan jalur menyebabkan lalu lintas jalur selatan lebih padat. Akibatnya kebutuhan premium meningkat hingga 75 persen pada puncak mudik atau balik.
Kebutuhan premium pada puncak arus mudik atau balik lebaran tahun lalu naik 65 persen dari kondisi normal, tahun ini diperkirakan naik 75 persen. Sedang kebutuhan solar hanya 10-15 persen tidak terlalu menonjol.
Dalam kondisi normal, pasokan BBM ke SPBU rata-rata harian 1.400 kiloliter untuk premium dan solar berkisar 600--650 kiloliter
Sementara kapasitas maksimal stok Depo Maos untuk premium sebesar 21.000 kiloliter, Solar 17.350 kiloliter dan Pertamax 5360 kiloliter.
Stok BBM tersebut untuk kebutuhan sekitar 100 SPBU yang tersebar di Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, dan sebagian Brebes bagian selatan selama 14 hari ke depan. (A-99/A-108)***
Post new comment