Selasa, 21 May, 2013

Pertanian Indonesia Tidak Ditata dengan Baik

JAKARTA, (PRLM).- Manajemen pertanian Indonesia tidak ditata dengan baik, sehingga Indonesia yang negara agraris tidak bisa swasembada kedelai. Bahkan swasembada lima komoditas strategis yaitu beras, kedelai, gula, daging sapi, dan jagung cenderung menurun.

"Karena itu perlu adanya upaya perubahan, terutama manajemen pertanian," kata anggota Komisi XI dari F-PD Reza Ali dalam jumpa pers di Gedung MPR/DPR, Rabu (8/8/12).

Menurut Reza, naiknya harga kedelai setiap tahun merupakan pukulan bagi para akademisi dan jangan selalu menyalahkan DPR atau pengusaha. "Karena ini sudah bertahun-tahun. Pemerintah dan DPR sudah sepakat dengan program pertanian seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat)," katanya.

Tinggal bagaimana melakukan sosialisasinya. Pemerintah juga sudah menggalakkan penelitian dan memperbaiki infrastruktur pertanian.

Sementara, menurut Ketua Umum Sarjana Pertanian Indonesia Arif Satria, persoalan lahan menjadi faktor utama dalam masalah kedelai. "Ini soal leadership. Bukan lagi kemauan politik tapi aksi politik, dan harus ada visi yang sama antara pusatt dan daerah," kata Arif.

Dikemukakan, harga kedelai mengalami peningkatan menjadi Rp 8.000,- per kg. Produksi kedelai Indonesia makin menurun yang disebabkan oleh penurunan luas areal tanam dan stagnannya upaya peningkatan produktifitas. Produktivitas rata-rata kedelai Indonesia berkisar pada 0,5-1,3 ton per ha, sementara potensinya masih bisa ditingkatkan menjadi 2-2,5 ton per ha.

Luas areal panen 2012 diperkirakan sekitar 566.000 ha. Dibanding dengan tahun 1992, 1,8 juta ha, maka terjadi penurunan areal panen selama 10 tahun sekitar 1,2 juta ha. Penurunan luas areal panen Indonesia terjadi ditengah-tengah meningkatnya luas panen kedelai dunia, terutana di negara Argentina, Brazil, Kanada, India, Italia dan Paraguay.

"Penurunan luas areal panen menyebabkan produksi kedelai Indonesia mengalami penurunan. Faktor penyebabnya adalah semakin meningkatnya kedelai impor dengan harga yang lebih murah. Sehingga petani tidak mempunyai insentif untuk menanam kedelai dan akhirnya banyak petani yang beralih untuk menanam komoditi lain," tegas Arif Satria. (A-109/A-88)***

belum adanya terobosan

Anonymous's picture

belum adanya terobosan kebijakan yang implementing mampu dilaksanakan,sebagai pijakan strategis, dalam menyediakan produksi sesuai dengan kebutuhan yang berjenjang di setiap level, baik secara administrasi maupun teknis....

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.
<