Dukungan Bagi KPK Usut Korupsi Simulator Uji SIM
JAKARTA, (PRLM).- Massa yang menamakan dirinya Gerakan Ganyang Mafia Hukum Indonesia (GGMHI) yang bermarkas di Bandung memberikan dukungan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk terus mengusut kasus korupsi pengadaan simulator mengemudi di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri. Mereka meminta KPK terus berani melawan korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum.
"Fenomena kasus korupsi dengan tersangka DS dan rekan-rekannya dalam kasus simulator patut diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 100 miliar menimbulkan reaksi kegeraman, kemarahan, dan kemuakan pulik terhadap praktik-praktik korupsi yang terus tiada henti dilakukan oleh para pemimpin, penegak hukum," kata Koordinator GGMHI Torkis Parlauangan Siregar saat berunjuk rasa di Gedung KPK Jakarta, Rabu (8/8/12).
Menurut dia, selama ini tidak ada perubahan signifikan di tubuh aparat penegak hukum, khususnya kepolisian. Hal itu bertentangan dengan pernyataan Presiden yang bertekad memberantas korupsi dan akan berada di barisan terdepan dalam pemberantasan korupsi.
"Kepolisian yang mengemban fungsi pilat penegakan hukum dan keadilan, yang banyak diketahui publik adalah hanya slogan-slogan kosong dan retorika bohong perilaku tidak terpuji," katanya.
Pada kesempatan kemarin, GGMHI menyerahkan seekor ayam pelung berwarna putih kepada KPK. Ayam jantan itu menjadi simbol keberanian. "Kami membutuhkan kejantanan dan keberanian KPK melawan koruptor," kata salah seorang demonstran. (A-170/A-88)***
Post new comment