Selasa, 21 May, 2013

Sejumlah Guru Minta Pencairan Dana Sertifikasi

KARAWANG, (PRLM).- Sejumlah guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Karawang menuntut Pemkab setempat segara mencairkan dana sertifikasi dan tunjangan profesi pendidik (TPP). Pasalnya, kedua jenis uang tujangan tersebut sudah empat bulan belum dibayarkan.

"Menjelang lebaran ini kebutuhan hidup semakin meningkat. Kami sangat berharap adanya kucuran dana segar. Harapan kami bersandar pada pencarian uang sertifikasi atau TPP," ujar Ketua PGRI Karawang, H. Obang Nurbayu, di kantornya, Rabu (8/8).

Menurut dia, Pemkab Karawang baru mengucurkan dana sertifikasi dan TPP untuk periode Januari hingga April 2012. Sedangkan tunjangan untuk bulan Mei hingga Agustus belum disalurkan.

Disebutkan, uang sertifikasi diberikan kepada guru yang telah mengantongi sertifikat sebagai penghargaan atas peningkatan profesionalismenya dalam mendidik. Sementara dana TPP diberikan bagi guru yang belum mendapatkan uang sertifikasi. "Dalam beberapa bulan terakhir ini kami banyak menerima keluhan dari para guru atas kelambatan pembayaran uang tunjangan itu. Bahkan kami telah meneruskan keluhan itu ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga," ujar Obang lebih lanjut.

Saat itu, lanjut dia, pihak Disdikpora berjanji bakal mencarikan dana sertifikasi dan TPP menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun hingga, Rabu (8/8), janji tersebut belum direalisasikan.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Disdukpora, Wawan Setiawan mengatakan, pihaknya akan membagikan dana tersebut sebelum 17 Agustus ini. Dengan demikan uang tersebut diharapkan dapat digunakan untuk keperluan perayaan lebaran.

Diakui Wawan, dana sertifikasi dan TPP lambat dibagikan karena ada perubahan aturan penciaran dana tersebut. Namun, Wawan tidak memerinci perubahan aturan yang dimaksudnya.

Disebutkan, jumlah guru yang berhak memperoleh uang sertifikasi di Kabupaten Karawang 4.475 orang. Sementara jumlah total guru baik yang berstatus guru PNS maupun swasta lebih 14 ribu orang.

"Dengan jumlah guru sebanyak itu, dana yang disipkan pemkab untuk memberi tunjangan sertifikasi maupun TPP mencapai Rp 40 miliar. Usulan pencairan uang tersebut telah disampaikan. Begitu cair akan langsung dibagikan," kata Wawan. (A-106/A-147)***

Yang memprihatinkan adalah

Anonymous's picture

Yang memprihatinkan adalah uang sudah dikirim ke kota/kabupaten...
data guru bersertifikasi tak berubah, kecuali ada yang meninggal atau pensiun
kenapa sudah Agustus, tunjangan tahap II yang seharusnya sudah cair awal Juli belum juga ada kepastian?

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR