Selama Ramadan, Permintaan Bakpia Menurun

YOGYAKARTA, (PRLM).- Ramadhan bagi pebisnis makanan (kuliner) khas produksi Yogyakarta layaknya para shoimin (orang berpuasa), harus ikut menahan diri. Jika hari normal, terutama musim libur, omzet bakpia rata-rata 3.000 kotak (isi 20 bakpia) per hari, selama Ramadan transaksi hanya 200-300 kotak bakpia per hari.
Ditemui di Yogyakarta, Rabu (8/8), Fendy Sanjaya, pengusaha makanan khas produk Yogyakarta, menggambarkan masa sepi transaksi bisnis ini normal karena bukan musim libur dan semua orang menahan diri selama puasa.
Menurut pemilik merek Bakpia Djava ini “musim Ramadan” sebagai masa transisi. Pada Juni-Juli, bisnis kuliner booming, penjualan bakpia bisa mencapai 5.000 kardus per hari. Sejak pertengahan Juli (awal puasa), terjadi fase pengenduran dan geliat kuliner oleh-oleh mulai lagi pada akhir Ramadan. “Lebaran, Idulfitri tak lama hari liburnya, tetapi transaksi makanan khas untuk oleh-oleh ini naik tajam lagi,” ujar dia.
Masa sepi bagi bisnis oleh-oleh sebagai masa instrospeksi dan menyemai produk baru. Instrospeksi pelayanan dan hubungan sosial antara tempat usaha dengan lingkungan masyarakat, serta karyawan diwujudkan dengan buka bersama dan pembagian parcel. Masa menyemai disimbolisasikan dengan membuat varian rasa baru bakpia seperti bakpia cokelat-kacang. Selama ini, bakpia yang ada berisi kacang hijau/kumbu, cokelat, keju. Varian cokelat-kacang sebagai produk baru.
Humas Bakpia Djava, Ruth Eva Pamungkas menyatakan selama Ramadan aktivitas transaksi kuliner sangat berkurang. Wisatawan lokal sangat jarang, adanya sedikit wisatawan asing. “Kami memanfaatkan situasi ini untuk persiapan menjelang libur Lebaran. Persiapan stok bahan baku dan mengenalkan bakpia varian rasa baru,” kata dia.
Berdasarkan estimasi manajemen, angka penjualan bakpia dan aneka produk makanan lainnya seperti yangko, kripik,dll akan mengalamani panen dengan kenaikan di atas 25 persen dari hari libur sekolah. “Waktu libur Lebaran pendek, tetapi pengalaman menunjukkan transaksi bisnis sangat bagus,” ujar dia.
Musim libur sekolah, pengunjung lebih banyak, tetapi daya beli anak-anak sekolah terbatas. Mereka memilih bakpia dengan harga tertinggi Rp 20 ribu/kardus (isi 12). Berbeda libur lebaran, konsumen dari keluarga, daya belinya lebih tinggi. Karena itu, transaksi musim Lebaran naik dari segi jumlah penjualan produk dan omzet transaksi. “Jika libur sekolah transaksi rata-rata 3.000 kotak bakpia per hari dan tertinggi hampir 5.000 kotak baikpia per hari, maka transaksi musim Lebaran bisa mencapai rata-rata lebih dari 5.000 – 6.000 kotak bakpia per hari,” ujar dia. (A-84/A-147)***
Post new comment