Rabu, 22 May, 2013
Unswagati Sudah Bebaskan 16 ha

Pemilik Tanah Ancam Naikkan Harga

CIREBON, (PRLM).- Sejumlah pemilik lahan calon lokasi kampus Universitas Swadaya Gunungjati (Unswagati) sebagai syarat menjadi perguruan tinggi negeri, mengancam bakal menaikan harga tanahnya.

Menurut salah seorang pemilik lahan yang enggan disebut namanya, pihaknya memberi batas waktu sampai akhir tahun 2012, untuk harga yang sudah disepakati. "Kalau harga yang sudah disepakati tidak dibayar juga, jangan salahkan kami kalau, kami bakal menaikan harganya lagi," katanya.

Selain enggan namanya disebut, ia juga menolak menyebutkan luas tanah yang dimilikinya dan harga yang sudah disepakati. "Kalau luas dan harga tanahnya disebutkan, sama saja membuka identitas saya. Intinya mah, pemerintah harus secepatnya membayar tanah kami. Bukan hanya saya yang minta secepatnya, hampir semua pemilik lahan yang belum dibebaskan, sama saja saya kira permintaanya," katanya.

Salah seorang pengusaha properti Ramli Simanjutak, yang memiliki lahan di lokasi tersebut sependapat. Menurutnya, kalau sampai akhir 2012, lahan miliknya seluas sekitar 4 ha tidak juga dibayar seharga Rp 150.000 per meter2, harganya bakal dinaikan. "Harga Rp 150.000 meter per meter2 kalau dibayar tahun ini, tapi kalau tahun depan ya beda lagi harganya," katanya.

Menurut dia, saat membeli lahan tersebut tiga tahun lalu, ia membeli seharga Rp 100.000 per meter2. "Wajar dong kalau sekarang saya minta harga Rp 150.000," katanya.

Sementara itu, Rektor Unswagati H Djakaria Machmud yang dikonfirmasi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, Pemprov Jabar kembali menganggarkan dana untuk pembebasan lahan. "Pada APBD 2012 Perubahan, Pemrov kembali menganggarkan dana pembebasan lahan. Informasinya untuk empat perguruan tinggi, dialokasikan Rp 75 miliar," kata Djakaria saat acara buka bersama dengan awak media di Hotel Zamrud Jumat (3/8).

Menurut Djakaria, dengan penambahan anggaran pembebasan, pihaknya optimistis akhir tahun 2012, semua lahan yang dibutuhkan sudah dibebaskan. Saat ini lahan yang sudah dibebaskan sekitar 16,4 ha. Sebelumnya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menyebutkan 18 ha.

"Tanah yang sudah dibebaskan sekitar 16,4 ha. Kalau tambah dengan kampus Unswagati saat ini yang sekitar 4 ha, berarti sudah tersedia lahan sekitar 20,4 ha. Tinggal 9,6 ha lagi sisanya, sebagai syarat kepemilikan lahan untuk menjadi status perguruang tinggi negeri," katanya.

Pihak Kementrian Pendidikan, katanya, sudah mengizinkan Unswagati memanfaatkan lahan yang sudah dibebaskan untuk kegiatan yang menunjang perkuliahan. (A-92/A-147)***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR