Potensi Zakat Mencapai Rp 171 Triliun
BANDUNG, (PRLM).- Dalam kacamata Chief Executive Officer (CEO) Rumah Zakat, Nur Efendi, potensi zakat di Indonesia berdasarkan penelitian dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mencapai Rp 171 triliun pada tahun 2011. “Padahal hasil penelitian UIN Syarif Hidayatullah pada tahun 2005 menunjukkan potensi zakat masih Rp 20 triliun. Perkembangan potensi zakat amat cepat, namun penerimaan lembaga-lembaga zakat masih sedikit,” kata Nur.
Lembaga-lembaga zakat, baik Badan Amil Zakat (BAZ), Lembaga Amil Zakat (LAZ), masjid dan musola, maupun Unit Pengumpul Zakat (UPZ) baru bisa meraup 1 persen. “Angka tepatnya baru sekitar Rp 1,7 triliun dana zakat yang berhasil dikumpulkan. Sangat jauh antara potensi dengan pencapaian,” kata Nur di ruang kerjanya Jln. Turangga, Kota Bandung, Sabtu (4/8/12).
Menurut Nur, ada persoalan yang membuat pengumpulan zakat belum optimal yakni sosialisasi, kepercayaan kepada lembaga zakat yang belum baik, dan pertanggungjawaban penggunaan zakat yang kurang terbuka.
“Masyarakat belum tahu apa LAZ, BAZ, atau UPZ sehingga mereka belum mau membayar zakat melalui lembaga. Untuk itu, lembaga-lembaga zakat harus menggencarkan sosialisasi keberadaannya dan manfaat menyalurkan zakat melalui lembaga,” ucap pria asal Semarang, Jawa Tengah.
Kepercayaan masyarakat akan tumbuh, kata Nur, apabila lembaga bisa mendayagunakan zakatnya dengan baik dan dilaporkan secara terbuka. “Warga kadang memplesetkan kata zakat jadi jaket, infak jadi iuran paksa, dan lain-lain yang membuat pengumpulan zakat kurang maksimal. Rumah Zakat berupaya terbuka dan laporan keuangannya selama tiga tahun terakhir selalu Wajar Tanpa Pengecualian (WTP),” katanya. (A-71/A-88)***
yg jelas jgn sampai salah
yg jelas jgn sampai salah sasaran apalagi di slh gunakan,zakat adalah amanah untuk diberikan kepada anak yatim piatu jompo dan para du'afa...bkn untuk nambah penghasilan tapi membantu....
Post new comment