PDAM Tirta Galuh Berebut Air Baku Dengan Petani Ikan
CIAMIS,(PRLM).- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Galuh Kabupaten Ciamis terpaksa berebut air baku dengan petani, khususnya petani yang memiliki kolam ikan.
Krisis air baku yang belakangan ini semakin parah, memaksa perusahaan daerah tersebut memutuskan sambungan ke 1.142 pelanggan.
"Saat ini debit air baku semakin kecil, selain itu harus berbagi dengan petani. Dengan kondisi air yang semakin menipis, kami terpaksa mengambil langkah menghentikan sementara atau memusokan sejumlah pelanggan," tutur Direktur PDAM Tirta Galuh Ciamis Triani Puspadewi, Jumat (3/8).
Dia mengungkapkan langkah menghentikan pasokan tersebut bakal berlangsung sampai dengan suplay air baku meningkat. Kebijakan tersebut juga untuk mengurangi beban pelanggan.
"Apabila tidak dihentikan pelanggan masih dibebani biaya langganan, padahal airnya sudah tidak mengalir. Tetapi dengan dipusokan, pelanggan tidak dibebani biaya tersebut. Nanti ketika kondisi normal, pasokan kembali diaktifkan," tuturnya.
Saat ini PDAM Tirta Galuh memiliki 7.100 saluran langsung atau pelanggan. Dia mengatakan bahwa pada umumnya pelanggan yang terpaksa di pusokan lokasinya jauh dari saluran induk.
Misalnya di wilayah Kelurahan Cigembor, Kec. Ciamis, Desa Handapherang, Desa Ciharalang, Surungdayung, Bojongmengger semuanya masuk Kec. Cijeungjing. Selain itu juga sejumlah desa di Kecamatan Baregbeg.
Triani mengatakan semakin kecilnya debit air, ditambah dengan harus berbagi air dengan petani, maka PDAM tidak memungkinkan mengolah air baku selama 24 jam terus menerus.
Saat ini debit maksimal sungai tersebut hanya 80 liter per detik, jauh di bawah kebutuhan. Agar dapat melayani pelanggan, ia menambahkan membutuhkan pasokan dengan debit sekitar 170 liter per detik.
Dengan mengungkapkan proses produksi tidak bisa berlangsung penuh sehari semalam, tetapi dijadwalkan sesuai dengan kesepakatan bersama petani.
PDAM mendapatkan jatah pasokan air mulai pukul 3.00 WIB - 15.00 WIB. Selanjutnya mulai pukul 15.00 WIB - 00.00 WIB saluran pemasukan air atau intake ditutup total, aliran air dibuka seluruhnya.
"Kami harus berbagi air dengan petani. kami juga menempatkan petugas khhusus di pintu masuk atau intake. hanya kadang-kadang petugas memilih mengalah daripada ribut dengan petani," ungkapnya.
Untuk meningkatkan pelayanan, Direktur PDAM Tirta Galkuh Triani Puspa Dewi mengatakan saat ini sedang menunggu penyelesaian pembangunan pipa transmisi yang mengalirkan air dari Sungai Citanduy di wilayah Gunung Cupu ke lokmasi Instalasi Penjerniah Air (IPA). Pekerjaan pembangunan pipa transmisi dikerjakan oleh pihak Balai Besar SWilayah Sungai (BBWS) Citanduy.
"Bangunan IPA sudah siap, tingga menunggu tuntasnya pekerjaan transmisi yang direncanakan selesai bulan November. Apabila jaringan tersebut tuntas, maka pelayanan dapat lebih ditingkatkan sehingga nantinya perlu ada penggiliran pasopkan air ke pelanggan," jelasnya.
Berkenaan dengan penggiliran air pelanggan PDAM, Wakil Ketua DPRD Ciamis Didi Sukardi mengatakan bahwa hal tersebut tidak bisa dielakkan, karena terkait denganb semkain kecilnya sumber air baku.
Dia juga berharap agar PDAM lebih meningkatkan pelayanan setelah pembangunan IPA yang menmabil sumber air baku Sungai Citanduy difungsikan.
"Prinsipnya pelayanan harus terus ditingkatkan. Paling tidak nantinya pasokan air PDAM bisa berlangsung selama 24 jam, tidak seperti saat ini ketika kemarau dilakukan pengiliran," ujarnya.(A-101/A-89)***
Post new comment