Warga Banyumas Alami Rawan Pangan
BANYUMAS, (PRLM).- Bencana kekeringan dan kenaikan harga pangan menyebabkan 141.171 kepala keluarga di Kabupaten Banyumas Jawa Tengah mengalami rawan pangan. Warga dengan status rawan pangan ditemukan di hampir semua kecamatan, khususnya di daerah tadah hujan dan tandus.
Berdasarkan data dari Badan Penyuluhan Pertanian Peternakan Kehutanan dan Ketahanan Pangan (Bapeluh KP) Banyumas, dari jumlah 420.891 KK yang ada di Banyumas, sebanyak 141.171 KK diantaranya mengalami rawan pangan akibat bencana kekeringan.
"Mereka tidak kekurangan pangan karena masih memiliki cadangan pangan berupa gabah hasil panen bulan-bulan sebelumnya. Namun sebanyak 141.171 KK perlu mendapat perhatian pemda sehingga tidak menjadi warga yang kurang pangan," kata Kepala Badan Penyuluhan Pertanian Peternakan Kehutanan dan Ketahanan Pangan (Bapeluh KP) Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) Wisnu Hermawanto saat mendampingi Bupati Banyumas Mardjoko memberikan bantuan ternak dan beras di salah satu desa rawan pangan Desa Jurangbahas Kecamatan Wangon Kamis (2/8).
Kecamatan paling banyak ditemukan KK yang rawan pangan adalah di Kecamatan Cilongok mencapai 14.678, Kecamatan Wangon dari 19.982 KK sebanyak 7.513 mengalami rawan pangan, khusus untuk Desa Jurang Jero warga miskin rawan pangan mencapai 361 KK dari total 758 KK atau hampir 45 % persen warga desa tersebut rawan pangan.
Sementara di Sumbang sebanyak 6.210 jiwa rawan pangan. “Desa Sikapat Kecamatan Sumbang merupakan desa dengan tingkat kerawanan pangan cukup memprihatinkan. Mereka hanya bisa memenuhi kebutuhan beras saja tanpa lauk pauk,” terang Wisnu.
Dengan pendapatan Rp 10.000 dan harga beras Rp 7000 per kg maka warga hanya bisa "nempur" atau membeli beras 1.25 kg beras.
Diakui jumlah keluarga miskin rawan pangan dari tahun ke tahun menurun, pada 2010 warga yang rawan pangan tercatat 142.171 jiwa dari jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa. Atau menurun jika dibandingkan dengan 2009 yang mencapai 204.000 KK.
Guna menghadapi paceklik dan kenaikan harga Pemkab setempat memberikan bantuan beras sebanyak 3.6 ton kambing 100 ekor dan 20 ekor ayam kampung unggul balitnak (KUB) yang memiliki kemampuan produksi tinggi.
Bantuan pangan dan ternak akan diberikan secara bergantian, “Hari ini di Kecamatan Wangon, bseok di Ajibarang, Pekuncen dan seterusnya,” jelas Wisnu.
Warga rawan pangan terbagi dalam tiga kategori, yakni warga sangat miskin jumlahnya mencapai 20.625, keluarga miskin 65.500 dan hampir miskin 58.046 jiwa."Namun warga sangat miskin, miskin dan hampir miskin semua nya kategori warga rawan pangan,"jelasnya.
Sementara, Kepala Bulog Sub Divisi Regional (Sub Divre) Banyumas Khoirul Anwar mengatakan, cadangan bantuan beras pemerintah Kabuoaten Banyumas sebanyak 100 ribu ton. Beras cadangan tersebut bisa dikeluarkan atas permintaan bupati untuk penduduk rawan pangan, bencana dan pasca bencana. “Kita sudah mengeluarkan 3,6 ton beras untuk bantuan warga rawan pangan menghadapi masa peceklik. Bantuan tersebut dikeluarkan saat darurat seperti sekarang ini, “jelasnya. (A-99/A-26).***
Post new comment