Kamis, 20 Jun, 2013

Rancangan Teknik Harus Sesuai Kondisi Sosial

YOGYAKARTA, (PRLM).- Lulusan teknik hendaknya bukan sebatas mampu menjadi teknologis seperti merancang bangun proyek, juga diperlukan berkemampuan sebagai inovator yang menghadirkan kenyamanan pada hasil kreatifnya.

Deputy Director Engineering Cluster, Singapore Polytechnic Sudhir K. Jhajharia mengistilahkan model pengajaran yang diterapkan untuk mencapai kualifikasi lulusan teknik yang inovator menggunakan metode Conceive-Design-Implement-Operate (CDIO). Metode ini diterapkan di Singapore Polytechnic, sebagaimana disampaikan dalam presentasi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Dalam pernyataanya, Kamis (2/8), Sudhir menyatakan CDIO mendorong mahasiswa tidak berhenti hanya mengetahui bagaimana cara membuat sebuah produk, juga memasukkan sisi lain dari produk yang memiliki nilai plus. Misalnya merancang bangunan gedung kantor, teknokrat hanya berpikir bagaimana kokohnya bagunan fisik, sementara CDIO mengajarkan bagiamana bangunan kokoh, menarik desainnya, dan nyaman suasana ruangannya untuk bekerja, tinggal, dan memasukkan unsure soft skills dalam pemeliharaannya.

Model pengembangan pola pikir mahasiswa teknik semacam itu didasari pertimbangan bahwa mereka harus berkarya di tengah lingkungan sosial yang beragam dan berbeda-beda karakteristiknya. Bagiamana karya teknik sesuai dengan lingkungan dan kondisi sosial masyarakat, itu perlu dipahami.

Dia mencontohkan mahasiswa teknik di Singapura merancang perabot rumah tangga sesuai usia penghuni. Tren yang terjadi, penduduk usia di atas 50 tahun terus bertambah. Teknisi berpikir bagaimana menghadirkan isi bangunan yang sesuai umur penghuni misalnya merancang kulkas horizontal agar terjangkau oleh penghuni usia lanjut. Ini cara mengakomodasi lansia yang sulit membungkuk.

Supaya produk sesuai kondisi sosial, CDIO mengajarkan setiap rancangan teknik harus melalui tahapan penelitian lapangan, pengumpulan ide, perancangan prototype, presentasi dan diskusi hasil serta koreksi. “Saya kira ini pengenalan model pembelajaran ataukurikulum yang positif,” komentar Dekan Fakultas Teknik UMY Sudarisman,MS.Mechs.Ph.D. (A-84/A-147)***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR