Sabtu, 25 May, 2013
Menarik Kunjungan Wisnus dan Wisman

Kemenparekraf Dukung Festival Budaya Lembah Baliem 2012

JAKARTA, (PRLM).- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) 2012 yang akan berlangsung di Desa Wosilimo, Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya, Wamena dari tanggal 8 hingga 11 Agustus 2012.

Pendukungan penyelenggaraan FBLB 2012 ini antara lain berupa publikasi dan promosi agar gaung kegiatan event tahunan ini lebih meluas serta menarik kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman) ke Wawena.

“Kita mendukung publikasi dan promosi agar FBLB diketahui masyarakat luas serta menarik kunjungan wisnus dan wisman ke Wamena,” kata Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf M. Faried.di Jakarta

Penyelenggaraan FBLB tahun ini lebih meriah karena diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat dari 40 distrik di Kabupaten Jayawijaya yang akan terlibat dalam atraksi budaya seperti perang-perangan, lomba menombak dan memanah, lomba balapan anak babi, lomba permainan musik pikon, serta lomba sikoko dan puradan. Selain itu semua atraksi budaya khas Suku Dani ini akan menjadi ajang hunting para fotografer yang tergabung dalam komunitas Fotografer.net Hunting Series 2012.

Dalam kegiatan FBLB 2012 juga digelar lomba dan pameran industri kreatif berupa produk cinderamata khas masyarakat Lembah Baliem seperti membuat tas noken serta pameran pembangunan yang menampilkan potensi ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Menurut M. Faried, FBLB masuk dalam agenda pariwisata nasional dan dimasukkan dalam buku promosi pariwisata berupa cetakan maupun digital dalam berbagai bahasa. Bahan promosi ini dikirim ke berbagai negara. "Setiap tahun Festival Lembah Baliem juga dipromosikan di pameran pariwisata di dalam dan luar negeri," ujar M. Faried.

Penyelenggaraan FBLB diminati wisatawan. Dalam festival tersebut wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dengan mengikuti atraksi melempar sege atau melempar tongkat ke sasaran, ikut permainan menggulirkan roda dari anyaman rotan, maupun melempar tombak dan memanah dengan menggunakan kostum khas berupa koteka sebagai penutup alat kelamin laki-laki atau horim untuk wanita dengan mengenakan rotali atau rok yang terbuat dari tali atau rumput. Wisatawan juga dapat menikmati makanan khas Papua seperti papeda serta melihat rumah adat Honai. FBLB pertama kali digelar pada tahun 1991. Event ini diselenggarakan untuk mengapresiasi kebudayaan Suku Dani yang bermukim di Lembah Baliem pegunungan Jayawijaya. (Mun/A-147)***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR