Ada Indikasi Syarat Kelulusan UN Akan Naik Jadi 6,0
BANDUNG, (PRLM).- Tantangan akademik bagi para siswa ke depan akan semakin berat. Selain tantangan Ujian Nasional dengan bobot nilai yang akan terus naik, persaingan untuk masuk ke SMP/SMA negeri terutama yang favorit juga akan semakin ketat.
"Ada indikasi syarat kelulusan UN akan naik tahun depan menjadi 6,0. Selain itu passing grade (PG), salah satunya di tingkat SMA juga akan meningkat. Memang masih prediksi, tapi melihat persaingan tahun ini saja sudah sangat ketat, artinya tahun depan akan semakin ketat," kata Motivator yang juga Manajer Pengajar Ganesha Operation, Parulian P saat memberikan materi di hadapan siswa dan para orang tua dalam acara "Parents Meeting & Meeting on Maximizing Motivation, Grab Your Vision" di Aula Universitas Padjadjaran Jln. Dipati Ukur Bandung, Minggu (29/7).
Parulian menjelaskan, berdasarkan prediksi awal yang dilakukan oleh GO, PG SMA negeri di Kota Bandung akan mengalami peningkatan tahun depan. Misalnya saja untuk SMAN 3 Bandung yang tahun ini memiliki PG 39,10, tahun depan diprediksi menjadi 39,25. Begitu juga SMA lainnya seperti SMAN 5 Bandung yang tahun ini memiliki PG 38,9, tahun depan diprediksi naik menjadi 39,10.
"Melihat kondisi ini rasanya nilai 9 sudah tidak ada artinya lagi. Bahkan dengan nilai 8 di semua mata pelajaran yang kita anggap sudah bagus, tidak bisa masuk SMA negeri di Kota Bandung. Untuk bisa masuk ke SMA 3 atau 5 melalui jalur nilai, siswa hanya boleh salah satu soal untuk setiap mata pelajaran," ujarnya.
Oleh karena itu, menurut Parulian, sejak jauh hari siswa harus mulai dipersiapkan untuk menghadapi tantangan dan persaingan yang semakin ketat. Selain sekolah dibantu oleh bimbingan belajar, orang tua juga menjadi faktor penting untuk menunjang kesuksesan siswa dalam meraih nilai terbaik. "Tiga hal yang menentukan kesuksesan siswa. Sekolah, luar sekolah (bimbel), dan orang tua. Kalau ada yang timpang maka prestasi siswa pun akan timpang," ucapnya.
Untuk bisa mencapai hasil maksimal, menurut Parulian, setiap individu harus memiliki visi yang pasti dan jelas. Sebab dengan visi, akan memberikan arah dan membangkitkan semangat. "Tapi itu juga butuh komitmen, dan itu harus didorong oleh orang tua di rumah. Kadang anak takut dikucilkan oleh teman-temannya ketika dia tidak ikut serta dalam kegiatan di kelompoknya karena lebih memilih belajar. Di sinilah dukungan orang tua dibutuhkan," tuturnya.
Parulian menambahkan, ketika seseorang tidak memiliki visi yang jelas, maka orang tersebut tidak akan memiliki masa depan. Penelitian terhadap hal ini telah dilakukan terhadap mahasiswa Yale University yang menunjukkan hanya 3 persen mahasiswa yang memiliki visi yang jelas dan mampu menuangkannya secara tertulis. Sementara 97 persen lainnya tidak memiliki visi atau masih samar-samar.
"Kemudian pihak universitas mengikuti perjalanan para mahasiswa ini. Hasilnya setelah 20 tahun kemudian dicek sangat mengagetkan. Dari segi penghasilan, yang 3 persen punya penghasilan jauh lebih besar daripada yang 97 persen. Sementara dari kedudukan, mahasiswa yang 3 persen tadi menjadi orang-orang penting di USA, sisanya hanya jadi pengikut," katanya. (A-157/A-147)***
Tantangan dalam bidang
Tantangan dalam bidang akademik sungguh menjadi beban bagi siswa, wajarlah jika banyak bermunculan bimbingan - bimbingan belajar terutama di kota besar, yang menjadi miris adalah apakah benar nilai 9 itu didapat dengan proses kejujuran, sungguh nilai akademik lebih berharga di bandingkan dengan nilai nilai kejujuran
Post new comment