KBR Kab. Sumedang Perlu Diklat

JAWA BARAT

SUMEDANG, (PRLM).- Para Kelompok Bibit Rakyat (KBR) di Kab. Sumedang yang mengikuti program pembibitan rakyat di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kab. Sumedang, perlu diberikan pendidikan dan latihan (diklat) tentang cara pembuatan persemaian, penanaman bibit pohon serta pemupukan yang benar.

Apabila para kelompok melakukannya dengan baik, diharapkan hasil pembibitan pohonnya pun akan memuaskan. Terlebih bibit pohon tersebut akan ditanam di lahan-lahan kritis.

“Jadi, semua kelompok yang mengikuti program pembibitan rakyat itu, perlu diberikan diklat dulu supaya hasil pembibitannya memuaskan. Sebab, jika kelompoknya tidak mengerti tentang cara pembibitan yang benar, hasil pembibitannya pun akan gagal. Sayang kan, kalau hasil pembibitannya gagal. Apalagi tujuan program ini sangat positif, untuk penanaman di lahan-lahan kritis,” kata Pemerhati Lingkungan dan Kehutanan Kab. Sumedang, Azis Hidayat di kantor pemda Induk Pusat Pemerintahan (IPP), Jumat (27/7).

Menurut dia, pemberian diklat itu dinilai sangat perlu, mengingat jumlah KBR yang mengikuti program pembibitan rakyat di Dishutbun tahun ini cukup banyak hingga 60 kelompok. Terlebih anggaran dari kantor Kementerian Kehutanan cukup besar, masing-masing kelompok mendapatkan dana Rp 50 juta. “Nah, supaya hasil pembibitannya bagus, para KBR ini perlu mendapatkan diklat terlebih dahulu,” ujar Azis.

Upaya lainnya, lanjut dia, sasaran penanaman bibit pohonnya harus tepat. Idealnya, bibit pohonnya ditanam di beberapa daerah penyangga kawasan hutan yang lahannya masih banyak yang kritis. Selain itu, para kelompoknya merupakan masyarakat desa hutan (MDH) yang mempunyai pembibitan di daerahnya.

“Kalau kelompoknya MDH dan lokasi pembibitannya di daerah penyangga, tidak akan susah untuk mendistribusikan hasil bibit pohonnya. Kalau bibit pohonnya tumbuh dengan bagus, tinggal ditanam saja di daerah penyangga hutan yang lahannya masih kritis. Dengan begitu, tujuan dan sasaran program tersebut bisa tercapai,” ujar Azis.

Ia menambahkan, tenaga pendampingannya pun harus bisa mengarahkan kepada para kelompok untuk memberikan teknis pembibitan yang benar, Hal itu, sesuai petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak). (A-67/A-26).***

Baca Juga

Masyarakat Antre Tukarkan Uang Receh

JAWA BARAT
SEJUMLAH warga mengantre untuk melakukan penukaran uang di loket penukaran yang sengaja dilakukan Bank Indonesia di pasar Cigasong, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka. Penukaran yang diaga ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap.

MAJALENGKA,(PRLM).- Masyarakat Majalengka serbu penukaran uang baru yang disediakan Bank Indonesia lewat loket mobil keliling di Pasar Cigasong, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka.

Dalam Tiga Hari, Dua Kebakaran Besar Terjadi di Kota Banjar

JAWA BARAT

BANJAR,(PRLM).-Dua kebakaran besar terjadi di Kota Banjar dalam kurun waktu tiga hari.

Moratorium TKI Resahkan Warga Indramayu

JAWA BARAT
Moratorium TKI Resahkan Warga Indramayu

INDRAMAYU, (PRLM).- Dampak moratorium tenaga kerja Indonesia di kawasan Timur Tengah akan berdampak besar terhadap TKI asal Kabupaten Indramayu. Pasalnya, Kabupaten Indramayu merupakan penyumbang TKI tertinggi se-Indonesia.

Wali Kota Banjar Pimpin Doa Selamatkan Sawah dari Kekeringan

JAWA BARAT

BANJAR,(PRLM).-Sedikitnya 500 hektar dari 3.250 hektar persawahan di Kota Banjar mengalami kekeringan. Sebagian besar kawasan pertanian yang kekeringan dan sebagian terancam puso atau gagal tanam berada di areal sawah tadah hujan.