Korea Ancam Akan Stop Rekrut Pelaut Indonesia
JAKARTA, (PRLM).-Pemerintah Korea Selatan memberi sinyal akan menghentikan penempatan pelaut Indonesia untuk bekerja di kapal-kapal perikanan negeri ginseng tersebut. Peringatan itu dikeluarkan menyusul banyaknya pelaut Indonesia yang kabur dari kapal perikanan berbendera Korea, kemudian bekerja secara illegal di darat, yakni di berbagai perusahaan di Korea Selatan.
”Pemerintah Indonesia harus segera mencari solusi yang salah satunya adalah pembenahan sistem perekrutan dan penempatan pelaut sesuai aturan internasional,” kata Presiden Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Hanafi Rustandi di Jakarta, Kamis (26/7).
Menurut Hanafi, kaburnya sejumlah pelaut Indonesia itu akibat kerasnya kehidupan di kapal perikanan. Penyebab lain, mereka tidak mendapat perlindungan dan kesejahteraan yang memadai, sehingga memilih lari dari kapal dan bekerja di darat meski dengan status illegal workers.
Berdasar informasi yang diterima KPI dari Prof. Kim Soo-Il, Advisor KBRI di Korea, banyaknya pelaut Indonesia yang lari itu jumlahnya akan meningkat, jika sistem perlindungan bagi pelaut yang bekerja di luar negeri tidak segera diperbaiki.
Tentang kemungkinan banyaknya pekerja illegal itu juga berasal dari TKI yang telah habis masa kontraknya, namun Hanafi mengaku belum mendapat informasi lebih rinci.
Sekretaris Pimpinan Pusat KPI Sonny Pattiselano menambahkan, kaburnya pelaut Indonesia itu selain karena mereka tidak mendapat perlindungan yang memadai, juga tidak dilengkapi perjanjian kerja laut (PKL) sehingga gajinya di bawah standar.
Diakui, tidak madanya perlindungan dan kesejahteraan yang memadai. Itu terjadi karena belum ada regulasi yang jelas tentang tata cara dan proses rekrut pelaut ke luar negeri. Akibatnya, banyak pelaut menghadapi masalah, seperti gají tidak sesuai stándar, perlakuan kasar, dan masalah lainnya.
“Namun, sesungguhnya, sumber permasalahan ada di dalam negeri. Baik soal regulasi, keseriusan pejabat melaksanakan aturan, dan menghilangkan tarik menarik kepentingan sektoral. Semua pihak harus satu persepsi untuk melindungi pelaut,” ujarnya. (A-78/A-107)***
memang korea setan
memang korea setan
kan pemerintah mikirnya
kan pemerintah mikirnya semakin banyak TKI semakin banyak Devisa negara....boro2 mikir orang yg kerja disana... #itulah pemerintahan di negri ini
Korea musti tau diri, kenapa
Korea musti tau diri, kenapa bisa sampai kabur????? Ngaca woii, ngaca.....
Seharusnya KPI yang mestinya
Seharusnya KPI yang mestinya tahu diri.....Itu adalah tugas utama KPI membantu tugas Pemerintah dalam recruitment pelaut. Aturannya sudah jelas dari Kemnaker. Pemerintah manapun, kalau sendirian menangani hal seperti ini tidak akan mampu. Itulah perlunya KPI yang harusnya bekerja 'extra' keras untuk memperjuangkan anggotanya. Sejauh mana sampai saat ini pengurus2 KPI menangani masalah2 seperti ini? Kalau memang ada, tunjukkan.....yg jelas para pelaut, baik di kapal2 niaga maupun kapal2 perikanan belum pernah merasakan hasil tindakan pengurus2 KPI.....yang mereka tahu hanya membayar iuran wajib.
YA MAU DIGIMANAIN KPI, WONG
YA MAU DIGIMANAIN KPI, WONG PRESIDENTNYA HANYA MANTAN BOSUN HAHAHAHA SUSAH DEH HANYA KARNA KEDEKATANYA DENGAN PEMERINTAH SEHINGGA KUBU KPI YANG SATUNYA TERSINGKIR
say bulan oktober akan
say bulan oktober akan dikirim sbgai taruna STP jakarta yg akan praktik dikorea,,,sebetulnya saya tdk tau apa2 tntang situasi pelaut dikorea,,apapun yg trjadi sya sudah trlanjur dn tidak akan mungkin untuk membatalkan semua,,,kira2 gmna ya,,,,,,biarkan keyakinan saja yg akan menjawab semuanya,,mohon saran !
bukan cuma di kapal ikan
bukan cuma di kapal ikan korea yg bermasala mz..brow. banyak juga di kapal niaga. yg penting buuapak2 pejabat2 KPI mau turun tangan dan datang langsung ke tkp.(korea) untuk menyelesekan masalah. klu gak bisa yaaaaa buburkan saja KPI. gak ada untungnya bagi pelaut. kerja cari sendiri setelah kerja harus setor ke KPI........ capek dech???????
Joint di kapal korea,dengan
Joint di kapal korea,dengan crew mayoritas kore! Nga lah
Lebih baik pulang kampung. Mencangkul deh
Saya seorang pelaut (Engineer
Saya seorang pelaut (Engineer Officer Class-II) untuk kapal niaga, bukan pelaut kapal ikan
Mau di gaji berapa aja di kapal niaga Korea aku mikir 100 juta kali mikir
Apa lagi kapal ikan korea!
Bagong-bagong korea www.parah.com
Post new comment