Minggu, 26 May, 2013
Memperingati Hari Anak Nasional

Jangan Salah Asuh dan Didik Anak

BANDUNG, (PRLM).- Ratusan anak dari 24 SLB se-Jabar mengikuti lomba peragaan busana sedangkan ratusan anak Taman Kanak-Kanak dan PAUD mengikuti lomba mewarnai untuk memperingati Hari Anak Nasional 2012. Acara yang diadakan Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Pengembangan Kepribadian Indonesia (Aprisia) ini digelar di Hotel Papandayan Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Minggu (22/7/12).

Ketua IPRISIA Tati Darwis mengatakan anak-anak TK, PAUD, dan SLB sengaja dipersatukan dalam peringatan Hari Anak Nasional yang biasa diperingati setiap 23 Juli 2012. "Kami bertujuan mencerdaskan karakter anak dari usia dini baik anak yang biasa dan berkebutuhan khusus. Semua anak harus belajar dari sekarang dan melihat temannya tanpa merasa aneh. Jadi, anak seperti apa pun bisa bersyukur dan percaya diri," kata Tati saat ditemui pada sela acara yang bertema "Pentingkah Kepribadian?" ini.

Tati mengatakan APRISIA setiap bulan sosialisasi mengadakan sosialisasi bagi masyarakat tentang pentingnya pelajaran kepribadian. Menurutnya pendidikan kepribadian anak sejak dini sangat dibutuhkan agar anak tahu sopan santun dan kelak hidup beretika.

"Pelajaran kepribadian ini sangat penting apalagi di sekolah sekarang tidak ada lagi. Anak sopan pasti bangsanya juga tahu etika. Jangan sampai menjadi pejabat yang tidak tau sopan santun seperti dewan yang tidak tahu cara intruksi. Mungkin pejabat yang suka mememotong pembicaraan dan gontok-gontokan di depan umum dulunya tidak belajar etika," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat yang hadir meresmikan pembukaan acara ini mengatakan orang tua tidak boleh salah mendidik dan mengasuh anak. Anak-anak yang mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) misalnya, menurut Heryawan belum saatnya diajari belajar membaca dan menulis. Seharusnya fokus utama pendidikan PAUD adalah bermain meningkatkan rasa percaya diri dengan bergembira bersama.

"PAUD itu nama program, bukan nama lembaga. PAUD tidak hanya mengajarkan anak-anak tapi juga mengajar orang tua bagaimana mendidik anaknya. Orang tua itu pelaku PAUD sedangkan anak sebagai objeknya. Anak balita harus dicium, dielus dan jangan sampai orang tua menjewer atau memukul anak karena itu termasuk kekerasan pada anak. Orang tua juga jangan membiarkan anaknya menonton sinetron yang tidak tepat," kata Heryawan.

Menurut Heryawan, di Jabar masih banyak orang tua yang tidak siap atas kehadiran anaknya karena menikah tanpa tujuan yang visioner. Hal ini dapat mengakibatkan persepsi rendah yang menganggap anak sebagai komoditas lalu dikhawatirkannya berujung pada human trafficking (perdagangan manusia).

"Anak kita akan menjadi anak-anak masa depan. Camkan kalau anak adalah amanah, titipan dari Allah. Masih banyak terjadi pernikahan dini akibat anaknya tidak sekolah dan orang tuanya tidak paham keagamaan. Agama harusnya jadi tuntunan bukan tontonan," kata Heryawan.

Khusus untuk anak SLB, Heryawan berharap mereka mendapat hak pendidikan sebagaimana juga dirasakan anak lainnya. Heryawan mengatakan pemerintah terus mendukung agar setiap kota/kabupaten memiliki SLB dan sekolah inklusi. Sekolah inklusi merupakan sekolah biasa yang juga menyelanggarakan atau menerima siswa siswi berkebutuhan khusus. Dia mengatakan Jabar kini mempunyai 265 sekolah inklusi yang tersebar di setiap kab/kota.

"Sekarang anak berkebutuhan khusus bisa masuk ke SD, SMP, SMA inklusi. Keuntungannya daya tampung banyak dan daya jangkaunya luas. Setiap kab/kota bisa punya puluhan sekolah inklusi. Anak berkebutuhan khusus juga tidak akan minder karena mereka terus bergaul dengan anak lainnya. Anak lain pun harus menghormati temannya yang berkebutuhan khusus," katanya.

Heryawan mengatakan sekolah inklusi akan terus dikembangkan dan diperbanyak agar anak berkebutuhan khusus mendapat haknya untuk belajar. Sekolah inklusi juga mendapat bantuan dari pemerintah dalam penyelenggaraannya. Penambahan jumlah sekolah inklusi menurut Heryawan akan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada di Jabar. (CA-01/A-108)***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR