Bulan Puasa Stok Darah di Tasikmalaya Menipis
TASIKMALAYA, (PRLM).- Stok darah di Unit transfusi darah cabang Palang Merah Indonesia (UTDC PMI) Tasikmalaya dipastikan menipis selama bulan puasa ini. Kondisi tersebut semakin memperparah minimnya minat doroh darah pada hari biasa. Terlebih bulan puasa, pendonor sukarela di antaranya terkadang menjadi pasif.
Saat ini, kebutuhan stok labu darah di Kota dan Kab. Tasikmalaya mencapai 1.500/bulannya, sementara, pada bulan biasapun hanya baru terpenuhi setidaknya mencapai 700 labu darah.
Ketua Yayasan Setetes Darah Sejuta Harapan (Setara), Bhaihaqi Umar mengatakan, bulan puasa sudah menjadi rutinitas tahunan dan sudah semestinya sudah ada solusi agar stok darah tetap stabil dan masih bisa memenuhi kebutuhan darah selama bulan puasa. Pihaknya akan menjalankan fungsi donor darah on call yang jumlahnya sebanyak 250 orang. Mereka dalah pegawai pemerintah Kota Tasikmalaya yang siap memberikan darahnya kapan pun termasuk pada bulan puasa ini.
"Kami hanya sebagai fasilitator, selebihnya para pendonor darah on call itu kami jemput tanpa biaya apapun dan pengambilan darah sendiri dilakukan di UTDC PMI yang dilakukan setelah tarawih atau sebelum sahur," katanya, Minggu (22/7/12). Menurut dia, 250 pendonor darah tersebut akan dipanggil secara terjadwal selama bulan puasa ini.
Selain itu, kata dia, pihanya pun bekerja sama dengan komunitas gereja maupun non muslim lainnya. Animo mereka cukup tinggi dan mau bekerja sama dengan Setara guna memenuhi kebutuhan darah wrag Tasikmalaya yang tidak bisa tertunda."Donor darah ka tidak dibatasi oleh SARA," katanya.
Ia pun menambahkan, pihaknya pernah mengusulkan kepada Satpol PP untuk dilibatkan dalam razia "nyemen" atau merazia warga yang berbuka di singa hari pada saat puasa. Menurut dia, orang-orang tersebut akan digiring ke UTDC untuk diambil darahnya karena jelas-jelas tidak puasa. Namun hal itu belum ada respon.
"Saya berharap selama bulan puasa ini tidak menurunkan minat untuk mendonorkan darah. Justru bulan ini ladang buat beramal dan mendonorkan darah merupakan salah satunya ladang ibadah,"ucapnya.
Sebelumnya, Kepala UTDC PMI Tasikmalaya, dr Tata T Rachman, pihaknya khawatir dengan kondisi tersebut meski sudah biasa setiap tahunnya bertemu dengan bulan puasa. Alasannya, untuk kebutuhan bulan-bulan biasa stok darah pun kurang apalagi bulan puasa. Dengan demikian, ia mengharapkan donor keluarga mampu memenuhi kebutuhan darah.
"Adapun kegiatan khusus pada bulan ramadhan untuk mendapatkan stok darah, PMI sangat terbuka bagi para pendonor darah sukarela apabila ingin mendonorkan darahnya selepas berbuka. PMI melayani pendonoran hingga pukul 21.00 WIB setiap harinya,"kata dia.
Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya KH Achef Mubarak yang dihubungi terpisah mengatakan, donor darah bagi umat muslim ketika berpuasa itu jelas tidak diperolehkan. MUI pun telah mengeluarkan fatwanya. Alasannya pada proses donor darah ada sesuatu yang dikeluarkan dari tubuh dengn demikian membatalkan puasa.
"Adapun hal itu bisa terjadi apabila benar-nenar mendesak dan darurat. Ada orang yang segera ditolong karena nyawanya terancam maka segeralah melakukan donor darah," katanya.
Menurut Acep, orang berpuasa kekuatanya tubuhnya sedikit mengalami penurunan. Dengan demikian, sebaiknya donor darah waktunya bisa digeser pada malam hari usai berbuka.
"Banyak cara untuk memenuhi kebutuhan darah dan tidak mengambil darah dari orang yang berpuasa terkecuali darurat," ucapnya. (A-183/A-108)***
Post new comment