Hujan Terlebat dalam Kurun Waktu 60 Tahun di Beijing Tewaskan 10 Orang
BEIJING, (PRLM).- Curah hujan terlebat yang turun di ibukota Cina, Beijing, dalam kurun waktu enam dekade ini dilaporkan telah menewaskan sedikitnya sepuluh orang. Demikian seperti dikutip orange, Minggu (22/7/12).
Pemerintah Cina mengumumkan tewasnya 10 orang tersebut karena hujan badai yang disebabkan oleh jalanan banjir besar dan meluas serta menyebabkan 80.000 orang terdampar di bandara utama kota Beijing.
Badai tersebut, yang mulai terjadi pada Sabtu sore dan berlanjut hingga larut malam, membanjiri jalan-jalan utama dan mengirim aliran air yang deras ke terowongan-terowongan.
Di pinggiran kota Beijing, Tongzhou, dua orang tewas karena tertimpa atap runtuh dan orang lainnya tewas tersambar petir, menurut laporan kantor berita resmi Xinhua.
Kematian lain diantaranya disebabkan oleh sengatan listrik dari tiang listrik yang rubuh dan tenggelam, tambahnya, tanpa memberikan rincian yang tepat.
Lebih dari 500 penerbangan dibatalkan di Capital International Airport, Beijing News melaporkan.
Tapi sistem kereta bawah tanah tidak akan terpengaruh, selain yang ditempati orang-orang yang putus asa untuk pulang ke rumah dan tidak dapat menggunakan mobil, bus maupun taksi.
Beijing mendapat curah hujan sekitar 170 mm (6,7 inci) dari curah hujan rata-rata, sementara daerah terdekat Fangshant di sebelah barat Beijing mendapat curah hujan sebesar 460mm (18,1 inci), Xinhua melaporkan.
Pemerintah kota Beijing mengatakan di situsnya, mereka sedang berusaha untuk mendapatkan kota metropolis tersebut kembali surut, tapi mereka juga mengingatkan orang-orang untuk mempersiapkan cuaca buruk lebih lanjut.
"Para pengamat cuaca mengatakan bahwa dari akhir Juli sampai awal September kota Beijing rawan banjir, dan bisa jadi terdapat badai dengan skala besar lebih jauh lagi atau cuaca yang ekstrim," katanya.
Banyak warga membuka situs mikroblogging popular di Cina, Sina Weibo, untuk memposting gambar dramatis tentang badai.
Beberapa orang mengeluh karena kota Beijing seharusnya disiapkan tentang bencana tersebut, terutama karena pemerintah mengeluarkan peringatan tentang badai yang parah hanya sehari sebelumnya.
"Hal ini diperkirakan sejak awal bahwa Beijing akan mendapatkan hujan yang sangat deras, jadi mengapa pompa dan fasilitas lain tidak siap pada waktunya?" keluh seorang pengguna situs Sina Weibo.
Tapi setidaknya satu hasil yang baik datang dari badai tersebut.
Indeks polusi resmi di Beijing, yang telah menunjukkan rating yang tidak sehat sebelum badai menghantam, lalu terdaftar "sangat baik" pada Minggu, dengan udara terasa bebas dari bau normalnya yang tajam. (Risma-job/A-108)***
Post new comment