Pasokan Melimpah, Harga Cabai Menurun Drastis
BANDUNG, (PRLM).- Dihari kedua bulan Ramadhan, harga cabai di beberapa pasar tradisional dan pasar induk terus mengalami penurunan secara drastis. Hal tersebut terjadi karena pasokan barang yang terlalu melimpah.
Sejumlah pedagang di pasar Andir dan Ciroyom menuturkan, penurunan harga sampai dua belas ribu rupiah. "Sebelumnya harga cabe merah atau tanjung seharga 27 ribu, kini harga cabai tersebut hanya 14 ribu," tutur salah satu pedagang di daerah pasar Ciroyom Bandung Kartika (50), Minggu (22/7/12).
Sebelumnya, harga cabai sempat terus naik menjelang bulan puasa karena permintaan yang sangat banyak. Namun, kini akibat pasokan yang begitu banyak dan permintaan cenderung berkurang membuat harga dipasaran cenderung menurun.
"Penurunan ini terjadi dalam kurun waktu dua hari. Selain itu, yang dihari biasa kami menerima pasokan 60 sampai 70 karung sehari. Tapi, kali ini kami menerima sampai 140 karung per hari," Damus (53) salah satu pedagang di Pasar Induk Caringin menjelaskan.
Namun, diperkirakan harga cabai akan kembali merangkak naik ketika menjelang hari raya Idul Fitri tiba. “Seminggu sebelum lebaran tiba, pasti harga kembali naik,” tutur Damus
Akan tetapi, penurunan harga tidak terjadi pada harga cababai keriting. Di beberapa pasar, kini harga cabe keriting mencapai harga 22 ribu rupiah. Naik delapan ribu rubiah "Sebelumnya harga cabe keriting 14 ribu rupiah," Damus (53) menambahkan.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat Ferry Sofwan Arif membenarkan, adanya penurunan harga cabai tanjung dan terjadi kenaikan pada harga cabai keriting. Menurut dia, kejadian tersebut, sudah diprediksi akan terjadi.
“Kami sudah melihat ini akan terjadi. Mengingat, para petani saat ini banyak yang menanam cabai hot beauty dan cabai tanjung. Hal tersebut, terjadi karena mereka berfikir harga cabai akan sama seperti tahun kemarin yang mencapai angka tertinggi,” katanya. (CA-11/A-108)***
Post new comment