Warga Miskin Indonesia Masih 29 Juta Orang
BANDUNG, (PRLM).- Jumlah warga miskin di Indonesia masih besar mencapai 29 juta orang atau 11 persen dari seluruh jumlah penduduk. Masjid-masjid bisa menjadi penggerak untuk mengurangi kemiskinan karena masjid bukan sebatas tempat salat atau ibadah khusus lainnya.
“Setiap tahun jumlah warga miskin terus berkurang dan tahun 2011 lalu tinggal 29 Juta orang. Tentu sebagian besar warga miskin adalah kaum Muslimin,” kata Menko Perekonomian, Dr. H. Hatta Rajasa, saat mencanangkan koperasi syariah berbasis masjid di Aula Ad Dakwah, Sadang Serang, Kota Bandung, Minggu (22/7/12).
Pencanangan koperasi syariah berbasis masjid dihadiri Walikota Bandung H. Dada Rosada, Sekda Kota Bandung H. Edi Siswadi, Wakil Bupati Bandung H. Deden Rukman Rumaji, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung KH. Miftah Faridl, dan ratusan pengurus MUI kecamatan dan ormas-ormas Islam di Kota Bandung.
Lebih jauh Hatta mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang di atas enam persen setahun telah menempatkan Indonesia masuk peringkat ke-17 perekonomian dunia. “Indonesia diundang dalam konferensi negara-negara maju atau G-20 belum lama ini. Dalam konferensi itu kita melihat adanya kesalahan dalam mengelola perekonomian dunia karena berdasarkan persaingan bebas. Negara-negara mampu dan kaya malah kini terkena krisis seperti Amerika dan negara-negara Eroopa,” katanya.
Krisis ekonomi global, kata Hatta, disebabkan kerakusan manusia selain akibat penerapan ekonomi bebas dan persaingan tanpa batas. “Padahal, ajaran Islam mengajarkan keseimbangan termasuk dalam ekonomi. Seseorang yang kaya wajib membantu yang lemah melalui infak, sedekah, aatu zakat,” katanya. (A-71/A-108)***
Post new comment