Pemkab Subang Akan Gelar OP
SUBANG, (PRLM).- Untuk mengantisipasi lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok pada bulan Ramadan, Pemerintah Kabupaten Subang segera menggelar operasi pasar pekan ini.
Operasi tersebut digelar dengan melibatkan kerja sama dengan Bulog Subdivre Subang dan sejumlah dinas terkait.
“ Operasi pasar yang akan digelar Pemda yaitu di kawasan Pujasera dan pasar tradisional, sementara pasar-pasar lainnya akan dikoordinasikan dengan pihak kecamatan setempat,” kata Plt. Bupati Subang, Ojang Sohandi.
Ojang menuturkan, operasi pasar bertujuan untuk mengawasi oknum spekulan yang memanfaatkan momen bulan Ramadan untuk menaikkan harga.
Sejumlah komoditas yang akan dipantau, di antaranya bahan kebutuhan pokok, seperti beras, minyak, gula, dan daging, serta serta gas elpiji.
Operasi pasar tersebut, kata Ojang, lebih ditekankan kepada pengawasan stabilitas harga. Sementara untuk pasar murah, menurut dia, akan digelar jika memang dibutuhkan.
“Sekarang intinya ketersediaan barang yang dibutuhkan dengan harga yang normal. Jika kebutuhan langka, baru akan kami gelar pasar murah,” ujarnya seraya menambahkan, persediaan beras di Subang masih aman setidaknya hingga delapan bulan ke depan.
Selama Ramadan, Ojang juga menginstruksikan agar pemerintah setiap kecamatan mengantisipasi melubernya pasar murah hingga ke badan jalan terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Selain mengganggu kenyamanan pengendara, menurut dia, hal itu juga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
“Misalnya di Pasar Kalijati yang selalu ramai dengan pasar murah. Kami harap unsur muspika memperhatikan hal ini,” ujarnya.
Salah seorang warga Panglejar, Kelurahan Karanganyar, Subang, Entin berharap agar, Entin berharap agar Pemkab Subang menggelar operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Selain membantu pemenuhan kebutuhan warga dengan harga terjangkau, menurut dia, operasi pasar juga dapat mendorong pedagang agar tidak menetapkan harga yang tinggi dengan memanfaatkan momen Ramadan.
“Di mana-mana sekarang harga naik dan biasanya terus naik saat bulan puasa. Pusing juga, karena kebutuhan makin banyak tapi harganya malah makin tinggi,” katanya.
Kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional terus meningkat sejak menjelang masuknya bulan Ramadan tahun ini. Kenaikan harga daging dan telur di pasar tradisional Subang kini mencapai 10-15 persen.
Harga daging sapi kini tembus hingga Rp 70.000 per kg, dari sebelumnya Rp 60.000 per kg. sementara daging ayam kini mencapai Rp 20.000 per kg, sedangkan sebelumnya Rp 17.000 per kg. Harga telur ayam juga mencapai Rp 20.000 per kg, naik Rp 3.000 dibandingkan dengan sebelumnya. (A-192/A-89)***
Post new comment