Senin, 20 May, 2013

Belasan Ribu Hektare Tanaman Padi di Kab. Cirebon Terancam Puso

SUMBER,(PRLM).- Puluhan ribu hektare tanaman padi di wilayah Kabupaten Irebon terancam puso akibat kekurangan air. Bahkan, sebanyak ribuan hektar di antaranya sudah dinyatakan puso.

"Tanaman padi yang terancam puso kini mencapai 10.200 hektar, namun, yang sudah terkena sudah sekitar 7.000 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan dan Kehutanan (Distanbunakhut) Kabupaten Cirebon, H. Ali Efendi, Minggu (22/7).

Diakui Ali, lahan tanaman padi yang terkena puso diperkirakan bakal semakin meluas jika tidak segera mendapatkan air dari irigasi yang bersumber dari bendung Rentang, Majalengka.

Saat ini Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung telah menerapkan gilir giring ke area pertanian ke wilayah-wilayah yang biasa mendapatkan pasokan air dari Rentang.

Dikatakan, semakin menyusutnya air dari bendung Rentang, Majalengka mengakibatkan areal persawahan di bagian barat dan utara Kabupaten Cirebon yang biasa dipasok dari Rentang tidak mendapatkan dan belasan ribu hektare lahan padi terancam puso.

Ada beberapa penyebab yang mengakibatkan lahan padi terancam puso, kata Ali, antara lain dikarenakan, keterlambatan masa tanam pada musim tanam awal.

Selanjutnya, musim tanam berikutnya turut mundur memasuki musim kemarau sehingga sebagian sawah tadah hujan sulit mendapatkan air.

Disebutkan, kondisi seperti itu terus berulang sepanjang tahun. Padahal, kalau para petani mau, agar tidak kekeringan, waktu tanam harus betul-betul ketat sesuai jadwal.

Pada bulan November seharusnya mereka sudah melakukan masa tanam pertama sehingga waktu musim tanam yang kedua masih kebagian air, tidak terlambat seperti sekarang.

Dikatakan, di samping melakukan akselerasi masa tanam, Ali juga mengimbau agar para petani yang memiiliki sawah tadah hujan tidak memaksakan diri menanam padi pada saat menjelang kemarau. Karena, saat kemarau persediaan air sangat sedikit dan kemungkinan gagal panen itu sangat tinggi.

Menanam tanaman palawija lebih dianjurkan, karena memerlukan sedikit air.

Sementara itu, Tirta (65) salah seorang petani penggarap di Kelurahan Pesalakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon mengaku, memaksakan menanam padi pada musim gaduh, karena awalnya terlihat masih sering turun hujan. "Namun, setelah tanaman baru berusia satu bulan, tiba-tiba tidak ada hujan," katanya. (A-146/A-89).***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR