Pasir Besi di Cilacap Tinggal 600 Ribu Ton
CILACAP, (PRLM).- Pasir besi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah terancam habis, akibat aktifitas operasi penambangan secara besar-besaran dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Diperkirakan saat ini potensi yang masih tersisa tinggal 600 ribu ton atau cukup untuk kebutuhan pabrik semen selama tiga tahun ke depan.
"Sisa stok pasir besi yang kini masih tersedia di alam diperkirakan tinggal 600 ribu ton. Cadangan yang ada saat ini akan segera habis dlam waktu tiga tahun," kata Kepala Bidang Pertam bang an, Dinas Bina Marga SDA dan ES DM Kabupaten Cilacap, Banu Nugroho Jumat (20/7/12).
Diakui ekspolatasi untuk ekspor ke China pada 2010-2011 hingga triwulan pertama 2012 terus menanjak. Pada 2011 ekspor pasir besi dari Cilacap mencapai 929 ribu ton, sebelumnya 2010 hanya 266 ribu ton, pada 2012 sampai April sebesar 792 ribu ton, atau ada kenaikan ekspor antara 300 persen hingga 700 persen dari 2010."Ekspor pasir besi yang dilakukan kurang lebih 12 eksportir di Cilacap sejak 2011 mengalami lonjakan yang sangat drastis," jelasnya.
Sehingga kalau dibiarkan terus menerus maka akan mengancam ketersediaan bahan tambang yang ada. Disisi lain kandungan Fe atau besinya juga menurun.
Sekitar 1970 PT Antam membuka penambangan di Cilacap, pada awalnya, hasil produksinya mencapai 300 ton/tahun. Kemudian kegiatan tersebut dihentikan pada 2003 karena dinilai cadangan pasar besi sudah tidak ekonomis lagi. Saat penutupan diperkirakan masih terdapat cadangan sebanyak 6.2 juta ton dengan kadar Fe total 52,16%.
Potensi tersebut berada dipesisir pantai meliputi Desa Welahan wetan sampai dengan Desa Jetis Kecamatan Adilapa, kondisi demikian merupakan peluang yang cukup besar bagi investor lain untuk melakukan penambangan di bidang pasir besi.
Banu menambahkan, setelah PT Antam pergi hingga 2011 terdapat 125 investor swasta hingga penambangan rakyat. Namun hanya beberapa yang mengajukan ijin penambangan untuk diekspor ke China. Kemudian muncul Peraturan Menteri ESDM No 7 Tahun 2012 mengenai pelarangan mineral menjual biji mineral ke luar negeri.
Kini ekspor sudah tidak ada, penambangan sudah banyak berkurang, namun stok yang tersedia di alam Cilacap sudah nyaris habis. (A-99/A-108)***
Post new comment