Selama Ramadan, Tiap Pelajaran Berkurang 10 Menit
BANDUNG, (PRLM).- Selama bulan Ramadan, kegiatan belajar di sekolah dikurangi durasinya selama 10 menit untuk setiap mata pelajaran. Sementara libur awal Ramadan bagi siswa ditetapkan pada Jumat, 20 Juli 2012 sampai dengan Selasa, 24 Juli 2012.
"Masuk kembali pada Rabu, 25 Juli 2012. Tapi untuk pejabat dinas pendidikan, karyawan dinas, serta tata usaha di sekolah tidak ada libur awal Ramadan. Yang ada hanya pengurangan jam kerja yakni dari pukul 8.00 WIB sampai dengan 14.30 WIB," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Oji Mahroji, Rabu (18/7).
Oji menjelaskan, selain pengurangan waktu belajar siswa di kelas, semua sekolah di Kota Bandung diwajibkan mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan keagamaan bagi para siswanya. Ini berlaku bagi semua sekolah di semua tingkat pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA, dan SMK.
Untuk kegiatannya, kata Oji, diserahkan kepada sekolah. Boleh berupa kegiatan pesantren kilat dengan waktu sesuai kebijakan masing-masing sekolah. Apakah itu di awal atau akhir ramadhan, atau juga kegiatan yang disisipkan setiap hari disela-sela kegiatan belajar mengajar. Misalnya dengan tadarus atau membaca Al-Quran, ataupun juga berupa kegiatan ceramah-ceramah yang bersifat religi.
"Kegiatan tambahan berupa kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadhan ini tentunya tidak mengganggu jam pelajaran. Bisa saja sebelum siswa memulai pelajaran di kelas, siswa diajak untuk membaca kitab suci Al-Quran selama 15 menit sehingga suasana religius dan makna bulan suci Ramadhan ini tetap ada di sekolah-sekolah,” ucapnya.
Oji menambahkan, selain menambah kegiatan yang bersifat keagamaan, sekolah juga diimbau untuk mengurangi kegiatan yang menguras fisik para siswa. Seperti kegiatan olah raga yang berlebihan atau sejenisnya. "Jam belajar disesuaikan selama bulan puasa ini, tiap mata pelajaran berkurang 10 menit, sehingga siswa dapat pulang lebih awal dari biasanya,” ujarnya.
Dihubungi secara terpisah, Kepala SMPN 5 Bandung Yusuf mengatakan, selama Ramadhan, SMPN 5 juga menyediakan porsi khusus untuk berbagai kegiatan keagamaan bagi para siswa. Mulai dari kegiatan baca tadarus pagi hari menjelang jam belajar di kelas, serta shala dhuha.
"Tentu ada kegiatan khusus. Kalau kami namanya bukan pesantren. Ya setiap hari saja disisipkan. Mulai pagi hari membaca Alquran dan shalat dhuha. Ada juga tauhid, aqidah, serta sejarah Islam yang bisa membangkitkan karakter anak-anak," tuturnya.
Sesuai ketentuan, kata Yusuf, jam pelajaran setiap mata pelajaran selama Ramadhan dikurangi 10 menit. Dari biasanya 40 menit per mata pelajaran menjadi 30 menit. "Masuknya jam 8 pagi. Pada 7.30 kita mulai dulu dengan tadarus dan shalat dhuha. Ya disesuaikan saja, sekolah lain juga sama," ucapnya. (A-157/A-147)***
Kenapa jam belajar harus
Kenapa jam belajar harus dikurangi? Seharusnya walaupun menjalankan shaum kegiatan dilaksanakan seperti biasanya. jangan shaum dijadikan alasan. tolong rakyat ini jangan dididik manja seperti itu.
Post new comment