Perlu Percepatan Listrik di Pulau Terluar
YOGYAKARTA, (PRLM).- Elektrikasi atau perlistrikan di 92 pulau terluar Indonesia sangat mendesak dilakukan untuk membantu penerangan masyarakat setempat.
Menteri Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) Ahmad Helmy Faishal Zaini menyatakan percepatan melek listrik di pulau terluar mutlak diperlukan dan harus dikejar pelaksanaannya sampai 2014.
Saat membuka research week UGM Yogyakarta, dia mengungkapkan terdapat 92 pulau terluar dan yang berpenghuni 43 pulau dengan jumlah penduduk 71 ribu jiwa.
Menurut dia, sekitar 30 persen dari 92 pulau terluar yang dialiri listrik, hampir semuanya menggunakan energi panas matahari yang kekuatan voltasenya sangat minimal. “Ini sangat positif meskipun kapasitas listriknya rendah,” kata dia, Rabu (18/7).
Ahmad Helmy mengatakan, tenaga listrik yang mengandalkan bahan bakan minyak (BBM) sangat sulit diterapkan di pulau terluar, selain jaraknya dari daratan/perkotaan sangat jauh, juga medannya tidak memungkinkan dilalui kendaraan.
Dia belum bisa memastikan energi listrik apa yang ideal diterapkan di daerah pulau terluar. Tetapi perencanaan elektrikasi di sana sudah dibuat dan dianggarkan sebesar RP 400 miliar dengan tenggat waktu pelaksaan sampai 2014. “Kami sudah koordinasi dengan kementerian Energi SUmber Daya Mineral dan Perusahaan Listrik Negara untuk perencanaan dan proses pelaksanaan listrik masuk pulau terluar,” ujar dia. (A-84/A-147)***
Post new comment