Survei BPS: Pelayanan Haji 2011 Tergolong Memuaskan
JAKARTA, (PRLM).-Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, indeks kepuasan jamaah haji Indonesia 2011 terhadap pelayanan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) secara keseluruhan tergolong di atas standar.
“Secara keseluruhan, tingkat kepuasan jamaah haji sebesar 83,31 persen yang berarti tergolong memuaskan atau di atas standar,” kata Kepala BPS Suryamin saat menyampaikan hasil survei di Gedung BPS Jakarta, Selasa (17/7).
Tampak hadir antara lain Menteri Agama Suryadharma Ali, Sekretaris Jenderal Kemenag Bahrul Hayat, dan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Anggito Abimanyu.
Sementara, aspek pelayanan dengan pemenuhan harapan tertinggi dari jamaah haji terdapat pada pelayanan petugas kloter (kelompok terbang), yakni sebesar 88,37 persen. Sedangkan, yang terendah pada pelayanan transportasi, yaitu sebesar 77,41 persen.
Menurut Suryamin, indeks rata-rata sebesar 83,31 persen itu diperoleh dari 5.348 kuesioner yang layak diolah atau 98,51 persen dari 5.429 kuesioner yang terkumpul. Indeks ini naik sebesar 1,86 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2010) sebasar 81,45 persen.
Dari angka itu, daerah kerja Armina mengalami kenaikan paling tinggi sebanyak 1,84 persen, yaitu dari 79,41 pada 2010 menjadi 81,25 persen. Sedangkan, daerah kerja Madinah mengalami penurunan sebesar 2,69 persen dari 2010 sebanyak 87,33 persen menjadi 84,64 persen.
Suryamin menambahkan, meskipun tingkat kepuasan jamaah haji terhadap pelayanan PPIH disimpulkan di atas standar atau memuaskan, namun pada beberapa kategori, seperti pelayanan transportasi dan katering, di beberapa daerah kerja PPIH masih rendah.
Pada jenis pelayanan transportasi, tingkat kepuasan tercatat 77,41 persen dan pada jenis pelayanan katering di Armina sebesar 78,07 persen. Sementara, pada akomodasi pemondokan sebesar 81,66 persen.
Suryamin mengatakan, survei ini dilakukan dengan pemberian kuesioner kepada para jamaah haji yang sedang berada di Arab Saudi. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan motode purposive.
BPS mengambil sampel sebanyak 2.500 responden di setiap daerah kerja (daker) PPIH 2011, yakni Jeddah, Mekkah, Madinah, dan Armina.
Selain itu, BPS juga melakukan survei dengan metode wawancara dengan mengambil sampel per kloter di setiap embarkasi pemberangkatan jamaah haji 2011.
Dikatakan Suryamin, dalam hal ini aspek yang dinilai adalah aspek pelayanan petugas haji, aspek pelayanan ibadah, aspek transportasi, aspek akomodasi, aspek katering, aspek kesehatan, dan aspek pelayanan umum lainnya.(A-94/A-89)***
Post new comment