Jumat, 24 May, 2013

Toleransi Warga Non Muslim Perindah Bulan Ramadan

KUNINGAN, (PRLM).- Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kuningan, HR.Mahmud Silahuddin, meminta kepada non muslim atau yang tidak berpuasa selama bulan Ramadan untuk membuka ruang rasa hormat dan sama-sama berhati lembut menghadapi situasi bulan yang penuh kemuliaan.

Sikap toleran dari warga non muslim, bakal memperindah bulan suci Ramadan sehingga dapat terus saling berkesinambungan dan tidak retak atau hilang dari tata pergaulan kemasyarakatan sebagai sesama warga bangsa dan falsafah kehidupan beragamnya menempatkan nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa pada makom yang sangat tinggi.

Tibanya bulan suci Ramadan bagi umat Islam merupakan anugerah besar dari Allah SWT, karena melalui puasa dapat juga dijadikan sebagai upaya pembersihan total serbuk-serbuk penyakit termasuk penyakit hati dan perilaku.

Selain itu, di bulan suci Ramadan merupakan momentum yang sangat berharga karena beragam kebaikan apapun yang dilakukan oleh umat Islam, dipercaya bakal memperoleh nilai yang sangat tinggi di hadapan Allah SWT.

“Ibadah puasa secara lahiriah, jelas melelahkan seolah-olah menguras energi tubuh, namun secara ukhrowi terdapat upaya pembersihan total serbuk-serbuk penyakit sampai dengan penyakit hati dan prilaku. Oleh sebab itu seyogyanya bagi umat Islam dapat lebih khidmat dan khusu menunaikan amaliyah Ramadan tanpa mengenal batas di pagi, siang dan malam hari,” tutur Ketua Umum PCNU Kabupaten Kuningan, HR.Mahmud Silahuddin, yang disampaikan kepada “PRLM”, Selasa (17/7/12).

Praktek ibadah yang sangat panjang ini, kata HR. Mahmud Silahuddin, jelas memelihara peningkatan nilai-nilai kemanusiaan yang dinafasi oleh peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan. Hal ini seiring dengan ucapan yang sering melekat di bibir setiap muslim untaian kalimat singkat “Marhaban Yaa Ramadhan” (selamat datang ramadan-red).

Oleh karenanya, bagi lembaga keagamaan formal dan informal juga di lembaga pendidikan, DKM dan majelis-majelis Taklim sangat diharapkan dapat mengelola pemanfaatan bulan suci Ramadan sebagai bulan peningkatan pemahaman nilai-nilai keagamaan, satu dengan yang lain bisa saling memperkuat bagi tegaknya syi’ar Islam dengan cara yang dinilai indah dan bermutu.

“Kami sangat berterima kasih atas upaya pemerintah daerah yang telah menganjurkan untuk adanya pembatasan operasional panggung-panggung hiburan, penyajian hidangan makanan dan minuman di rumah makan dan segala sesuatu yang sifatnya bertolak belakang dengan semangat ibadah puasa,” paparnya.(A-164/A-88)**

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR