Rabu, 19 Jun, 2013

Cooperative Fair Hadirkan Kebutuhan Lebaran 2012

BANDUNG, (PRLM).- Selain menghadirkan produk unggulan usaha mikro kecil menengah (UMKM) anggota koperasi, Cooperative Fair dan Expo Pembiayaan 2012 juga menyediakan beragam kebutuhan Ramadan dan Lebaran.

Bukan hanya produk makanan, minuman, pakaian, tapi juga fasilitas penukaran uang melalui mobil kas keliling Bank Indonesia (BI).

"Pada Cooperative Fair tahun ini kami menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari kebutuhan pokok, hingga sandang, bahkan penukaran uang," ujar Ketua Umum Panitia Cooperative Fair IX/2012, Yaya Sunarya di area Cooperative Fair, Lapangan Gasibu, Jln. Diponegoro, Bandung, Selasa (17/7).

Untuk penukaran uang, BI menyediakan mobil penukaran uang baru di area tersebut pada 14-18 Juli. Menurut Yaya, keberadaan mobil penukaran uang tersebut sekaligus untuk membantu masyarakat yang membutuhkan uang baru menjelang Lebaran 2012.

"Di mobil ini masyarakat bisa menukar uang pecahan Rp 2000,- hingga Rp 100.000,- baru. Daripada berdesakan dan antri nanti menjelang Lebaran, masyakarat bisa menukar uang baru di Gasibu sekaligus berkunjung dan berbelanja di area Cooperative Fair," tuturnya.

Menjelang Ramadan dan Lebaran tahun ini Bank Indonesia (BI) Wilayah VI Jawa Barat (Kabar) Banten menyiapkan uang tunai senilai Rp8,66 triliun. Angka tersebut naik 40% dibandingkan tahun lalu, yang persiapannya sebesar Rp 6,16 triliun.

Selain untuk memenuhi kebutuhan tarik tunai melalui anjungan tunai mandiri (ATM) perbankan, uang tersebut juga dipersiapkan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan penukaran uang. BI menyiapkan loket penukaran uang di Gedung BI Wilayah Jabar dan mobil kas keliling.

Pada area Cooperative Fair, menurut Yaya, bisa dijumpai produk UMKM, mulai dari makanan, minuman, pakaian, hingga aksesoris dari 26 kabupaten/kota se Jabar dan sejumlah provinsi di luar Jabar.

Kebutuhan pokok, seprti gula pasir, terigu, hingga minyak goreng, juga tersedia di stans Perkulakan Puskopanti Jabar. "Untuk kebutuhan pokok dipatok dengan harga grosir," kata Yaya.

Sekretaris Puskopanti Jabar, Dedi K. Marja, mengatakan, usaha perkulakan Kopanti Jabar memang dibangun sebagai solusi bagi pelaku usaha ritel (warung/ kios/toko) dalam pengadaan barang dagangan berupa kebutuhan pokok. Barang akan langsung dikirim ke lokasi pemesan.

"Puskopanti juga bisa membantu pelaku usaha mikro dan kecil yang terbatas modal dalam pembelian barang. Mereka bisa mengajukan kerja sama dengan unit usaha simpan pinjam Kopanti Kota Bandung," katanya.

Sementara bagi pelaku usaha mikro kecil yang membutuhkan modal dengan bunga murah, lanjut Dedi, dapat bergabung dan menjadi anggota Kopanti Kota Bandung.

Selain Puskopanti, di area Cooperative Fair juga bisa dijumpai kelompok unggulan lainnya, yaitu Kelompok Peternak Karya Mandiri Rabbit. Menurut Ketua Kelompok, Duep Masli, kelompok ini berdiri dari Asosiasi Peternak Kelinci Indonesia DPW Jabar.

Selain melalui pameran, kelompok yang beranggotakan 50 peternak kelinci di Lembang itu juga mendapat bantuan fasilitas promosi melalui Jabar Cyber Koperasi Dinas KUMKM Jabar.

Saat ini omzet Kelompok Peternak Kelinci Karya Mandiri mencapai kurang lebih Rp 30 juta per bulan dengan total aset Rp. 400 juta. (A-150/A-89)***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR