Mina Card Memudahkan Nelayan Bertransaksi
INDRAMAYU, (PRLM).- Kemudahan transaksi keuangan kini tak lagi hanya milik orang kota. Nelayan Jawa Barat yang berada di "pinggiran" pun bisa mulai mengakses layanan tersebut dengan menggunakan "Mina Card". Penyedianya tak lain adalah koperasi nelayan yang ada di sekitarnya.
Langkah terobosan ini diinisiasi oleh Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Mina Laksana Mukti Jawa Barat, yang menaungi 40 koperasi nelayan di Jawa Barat. Ketua Puskud Mina Laksana Mukti, Ono Surono mengatakan, kemudahan transaksi adalah salah satu alasannya. Selama ini, nelayan terbiasa membawa uang tunai hasil penjualan tangkapan ikan dalam jumlah relatif banyak. Padahal pola seperti ini cenderung tidak aman dan juga tidak praktis. "Kartu ini mempermudah nelayan untuk melakukan transaksi keuangan, misalnya untuk kebutuhan sehari-hari," kata Ono di Indramayu.
Dia mengatakan, secara teknis layanan ini dilakukan koperasi nelayan bersama sebuah perusahaan penyedia jasa dan sarana multitransaksi. Jaringan yang dimilikinya terkoneksi dengan 20 bank di Indonesia. Selain itu, kerjasama juga dijalin dengan penyedia jasa asuransi. Untuk tahap awal, layanan ini dimulai di Koperasi Mina Sumitra Indramayu, dengan 100 kartu bagi anggotanya. Satu unit anjungan tunai mandiri (ATM) juga dipasang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Sumitra Karangsong.
Dengan layanan ini, nelayan bisa melakukan berbagai transaksi, mulai dari pengambilan uang tunai, hingga pembelian kebutuhan melaut. Bagi nelayan yang memiliki banyak anak buah, kartu ini juga bisa digunakan untuk menggaji karyawan.
Dia menuturkan, dari sisi bisnis keuangan, ceruk ini terbilang menjanjikan. Jumlah nelayan yang tersebar di pesisir utara dan selatan Jawa Barat saat ini mencapai 300 ribu nelayan. Perkiraan nilai transaksinya tidak sedikit, yaitu sekitar Rp 259 miliar per tahun. Dengan pengelolaan keuangan yang optimal, koperasi yang dimiliki nelayan akan ikut tersejahterakan.(A-179/A-147)***
Post new comment