Selasa, 21 May, 2013
Wali Kota Bekasi Bentuk Tim Verifikasi

Perguruan Swasta Protes Akibat Kekurangan Siswa

BEKASI, (PRLM).- Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi merekomendasikan pembentukan tim verifikasi di tengah memanasnya protes perguruan swasta akibat kekurangan siswa yang tersedot ke sekolah negeri melalui jalur bina lingkungan. Tim beranggotakan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), Dinas Pendidikan, dan Dewan Pendidikan itu bertugas menginventarisasi permasalahan yang timbul sebagai dampak dibukanya jalur bina lingkungan.

Instruksi pembentukan tim tersebut disampaikan Rahmat usai menggelar audiensi dengan perwakilan BMPS di Gedung Wali Kota Bekasi, Selasa (17/7). Sementara di luar gedung, sekitar 200 anggota BMPS yang lain bergantian menyampaikan orasinya. "Selama ini perguruan swasta mungkin berpikiran pemerintah tidak memperhatikan sekolah swasta sehingga akhirnya muncul perasaan terdiskriminasi. Pemerintah tidak pernah menyusun format pendidikan yang seperti itu," kata Rahmat.

Maka dari itu, agar semua pihak sepakat, persoalan-persoalan yang selama ini mengemuka akan dikumpulkan lalu dicarikan solusinya bersama. Inventarisasi berikut alternatif solusi yang berhasil dikumpulkan tim verifikasi selanjutnya akan diajukan pada DPRD Kota Bekasi untuk dijadikan bahan pertimbangan merevisi format pendidikan yang sesuai dengan keinginan semua pihak.

Ketua BMPS Kota Bekasi yang juga menjadi Ketua Tim Verifikasi Omid Sunarya menyebutkan, salah satu hal utama yang akan diinventarisasi ialah data akurat perihal keberadaan siswa di sekolah negeri yang mendaftar melalui jalur bina lingkungan. Selain itu, keberadaan siswa di sekolah swasta dan juga jam mengajar guru sekolah swasta. "Data akuratnya harus kami kantongi dulu supaya kelanjutan nasib perguruan swasta serta guru bersertifikat di sekolah swasta jelas," katanya.

Dengan mengantongi data akuratnya, berikutnya dapat diketahui siapa oknum yang memiliki andil dalam merusak sistem pendidikan di Kota Bekasi. Namun yang paling penting, tersepakatinya solusi mengenai nasib perguruan swasta dan antisipasi agar hal serupa tidak terus terulang di masa mendatang.

Menurut Omid, tim yang beranggotakan sebelas orang itu akan bekerja hingga 30 Juli 2012 dalam melakukan inventarisasi. Hasil kerja tim kemudian diserahkan pada Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi untuk ditindaklanjuti pemecahan masalahnya. (A-184/A-147)***

Penerimaan murid baru di

Anonymous's picture

Penerimaan murid baru di sekolah negeri Bekasi banyak yg parah tdk transparan, NEM lebih rendah bisa diterima, sedangkan yg lebih tinggi tdk diterima dgn alasan dibuat-buat. Mestinya nyontoh Jakarta, syarat cukup dgn NEM dan online, jadi sekolah tdk bisa main-main.

Sepanjang sejarah pendidikan

Anonymous's picture

Sepanjang sejarah pendidikan di Kota Bekasi, tahun 2012 adalah tahun terburuk bagi dunia pendidikan di kota bekasi. Visi Bekasi cerdas, sehat, dan ihsan hanya slogan belaka. kenyataan di lapangan yang terjadi adalah sebaliknya. Ironis sekali, di saat pemerintah pusat memperhatikan kesejahteraan guru baik guru negeri maupun swasta, pemerintah kota bekasi malah mematikannya.

Buat apa dibentuk tim verifikasi oleh BMPS, kalau
sudah diperoleh data yang akurat paling-paling tidak akan ada tindakan apa2 jika diajukan ke DPRD karena akar amburadulnya sistem PPDB di kota Bekasi sumbernya dari DPRD sendiri.

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR