Senin, 20 May, 2013

Hari Pertama Sekolah, Datang Pukul 3.30 WIB

SUMBER,(PRLM).- Hari pertama sekolah tidak hanya membuat sibuk siswa baru, namun, orang tua mereka juga turut bangun pagi mempersiapkan putra atau putrinya bersekolah.

Seperti yang dialami para orang tua murid Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum di Desa Karangsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Mereka datang ke sekolah sejak pukul 3.30 WIB.

"Kalau datangnya tidak dini hari, anak saya nanti tidak kebagian duduk di bangku depan," kata Ny. Ofah, salah satu orang tua murid di sekolah tersebut, Senin (16/7).

Ofah mengaku kalau anaknya tidak langsung dibawa ke sekolah, nanti setelah jam 6.00 pagi baru diantarkan bapaknya, sementara bangku diduduki terlebihdahulu oleh dirinya.

Hal senada disampaikan Ny. Namirah, dia bergegas ke sekolah MI Miftahul Ulum sejak pukul 04.00 WIB sekedar memperebutkan tempat duduk untuk putrinya, Lintang. Dia juga tidak bersama putrinya, namun hanya membawakan tasnya yang ditaruh di bangku sekolah.

"Saya lebih suka anak-anak belajar di madrasah, selain dekat, pendidikan agamanya jauh lebih banyak dan berharap akhlak anak-anak akan lebih baik," katanya.

Berebut tempat duduk bagi murid baru di MI Miftahul Ulum yang digratiskan itu sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir ini. Penjaga sekolah, Moh. Bilal, mengaku terpaksa bangun dini hari karena dipaksa ibu-ibu orang tua murid baru untuk membuka pintu sekolah.

Sementara itu Kepala MI Miftahul Ulum, H. Basrawi mengakui, minat para orang tua untuk menyekolahkan putra-putri mereka ke MI sepanjang tahun terus meningkat. "Banyaknya murid baru yang mendaftar ke MI seharusnya diimbangi dengan penambahan ruang belajar. Namun, karena belum tersedianya ruang belajar baru, terpaksa dibuat kelas gemuk," katanya.

Berbeda dengan di MI Miftahul Ulum, di banyak SD Negeri, SMP maupun SMA yang ada di Kabupaten Cirebon, murid atau siswa baru berangkat pada saat jam normal, sekitar pukul 06.00 WIB. Dinas Pendidikan setempat juga melarang praktik orientasi siswa yang mirip dengan perpeloncoan.

"Tidak ada orientasi siswa yang menjurus ke arah perpeloncoan. Tapi bentuknya hanya pengenalan lingkungan sekolah dan pendidikan karakter saja," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H.Hartono.(A-146/A-107)***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR