KPK Terima Pengaduan Korupsi Lewat SMS

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) menggandeng 10 perusahaan operator seluler membuka jalur pengaduan korupsi melalui pesan singkat (SMS). Melalui cara ini diharapkan pemberantasan korupsi bisa dilakukan secara masif.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, 10 perusahaan operator seluler menandatangani kerja sama dengan KPK untuk membuka saluran pengaduan korupsi 1575. Mereka adalah PT Telkomsel Tbk, PT Axis Telekom Indonesia, PT Bakrie Telecom Tbk, PT Hutchison Telecomunications Indonesia, PT Indosat Tbk, PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, PT Smartfren Telecom Tbk, PT Smart Telecom, PT Telkom, PT XL Aciata Tbk.

"Sepuluh operator seluler ini menjadi bagian penting dari program pemberantasan korupsi. Mereka adalah pihak swasta yang memiliki keberanian bersama KPK melakukan investasi bersama untuk membangun pemberantasan korupsi," kata Bambang kepada wartawan usai penandatanganan kerja sama di Gedung KPK, Senin (16/7).

Ia mengatakan, dalam kesepakatan itu perusahaan seluler sepakat memberikan nomor akses 1575 untuk menyampaikan semua bentuk informasi tentang korupsi yang diketahui masyarakat. Dengan demikian akan terbangun sistem pemberantasan korupsi bersama masyarakat. Tidak hanya dengan cara menangkap pelakunya, tetapi juga membangun sistem pencegahan.

"Daya jangkau seluler yang mencapai 220 juta menjadi informasi pemberantasan korupsi yang masif. Daya jangkau 220 juta itu artinya hampir rata-rata satu orang penduduk Indonesia punya satu seluler," kata Bambang.

Agus Simorangkir mewakili XL Axiata mengatakan, jaringan operator seluler yang menyebar sampai ke pelosok tanah air dan daerah perbatasan akan mampu menjaring informasi tentang korupsi dari seluruh wilayah Indonesia. "Sampai ke perbatasan-perbatasan antar negara. Titik-titik rawan seperti itu, masyarakat akan mudah menginformasikan demi pencegahan tindak pidana korupsi," katanya. (A-170/A-147)***

Baca Juga

Kepergok Mesum di Lapangan Bola, Pemuda Ini Tewas Dikeroyok

NASIONAL
TANGERANG, (PRLM).- Yedi (35) warga Kampung Semanan Rt 10/10, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat tewas setelah dikeroyok oleh enam orang pada Jum’at 8 Januari kemarin. Yedi yang sempat dilarikan ke RSUD Tangerang akhirnya meninggal pada Sabtu (9/1/2016) siang tadi.
 

BP Batam Dibubarkan, Himad Purelang Siap ke 4 Kementerian

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Masyarakat dari rangkaian pulau-pulau Rempang Galang, Batam Kepulauan Riau (Kepri) yang tergabung didalam organisasi Himpunan Masyarakat Pulau-pulau Rempang Galang (Himad Purelang) akan bersilaturahmi ke empat Kementerian dan ke kantor Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta, m

Pedagang Pasar Gede Solo Sampaikan Nawa Duka

NASIONAL

SOLO, (PRLM).-Para pedagang Pasar Gede Solo, Selasa (12/1/2016) siang memperingati hari jadi pasar peninggalan Keraton Surakarta itu, dengan menggelar doa bersama di jalan raya depan pasar.

Belum Ada Kesimpulan, tapi Gafatar Sangat Meresahkan

NASIONAL

JAKARTA, (PRLM).- Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin mengatakan sampai saat ini belum ada kesimpulan mengenai Gafatar dan pemerintah masih terus mendalami tentang hal itu. Sampai saat ini pun, belum ada informasi di mana Gafatar terdaftar sebagai organisasi kemasyarakatan.