Rabu, 22 May, 2013

Warga Sukamenak Keluhkan Tumpukan Sampah di Sekitar Jembatan Cisirung

USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"
USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"
SEORANG anak memerhatikan sampah yang berserakan ke aliran Sungai Coblong, Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Kamis (12/7). Sampah yang belum diangkut tersebut menumpuk dan akhirnya masuk ke aliran sungai. Warga sekitar mengeluhkan bau tak sedap dan berharap segera dibersihkan.*

SOREANG, (PRLM).- Warga Kampung Coblong, Desa Sukamenak, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung mengeluhkan belum adanya perhatian dari pemerintah terkait sampah yang menumpuk badan Sungai Coblong dan sekitar jembatan Cilisung. Sampah yang menutupi hampir seluruh badan sungai itu mengeluarkan bau tak sedap, terutama di malam hari dan saat hujan turun.

Salah seorang warga yang tinggal sangat dekat dengan jembatan Cilisung, Riko (30) mengaku ia dan beberapa warga lain sudah sering mengeluhkan masalah sampah di Sungai Coblong kepada aparat setempat. “Sampai saat ini belum ada pembersihan dan pengangkutan, sehingga sampah terus menumpuk,” ujarnya Kamis (11/7).

Berdasarkan pengamtan “PRLM”, kondisi sampah di Sungai Coblong, Sukamenak memang cukup mengkhawatirkan. Hampir seluruh badan sungai tepat di bawah jembatan Cilisung tertutupi sampah, sehingga air hanya bisa mengalir pada satu jalur kecil menyerupai selokan.

Lebih ironis lagi, di pinggiran sungai, sampah tampak menggunung. Bahkan sampah juga menutup beberpa bagian kirmir yang sempat diperbaiki pemerintah Kabupaten Bandung tahun anggaran 2011 lalu. Spandung proyek perbaikan kirmir pun masih membentang di salah satu dinding rumah warga yang bersebelahan dengan Sungai Coblong.

Riko mengaku sampah tidak pernah tau siapa dan dari mana orang-orang yang sengaja membuang sampah ke Sungai Coblong selama ini. Namun, ia berani menjamin bahwa itu bukan perbuatan warga sekitar. Bahkan tak jarang, Riko melihat sendiri pengguna jalan yang iseng melempar kantong-kantong sampah ke sungai itu.

Tidak hanya itu, tambah Riko, beberapa oknum perusahaan swasta yang menyediakan jasa sedot tinja juga membuang limbah ke Sungai itu. “Biasanya orang luar atau mobil penyedot tinja membuang sampah dan limbah ke sini malam hari saat semua warga tidak menyadari,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan warga lain, Neni (35). Ia mengaku pernah melihat orang tak bertanggung jawab yang sengaja membawa tumpukan sampah dari daerah lain dengan menggunakan mobil. “Saya tidak berani menanyakan siapa mereka dan dari mana, karena waktu itu saya sendiri dan mereka ada dua atau tiga orang,” ucapnya.

Riko, Neni dan warga lain, berharap pemerintah bisa segera memberikan perhatian terhadap masalah sampah di lingkungan mereka. Bahkan, Riko mengaku ia dan warga lain bersedia membayar asal pemerintah mau mengirimkan truk pengangkut dan petugas untuk membersihkan sampah di sungai tersebut. (A-178/A-89)***

malikir atu jelema tehhh lain

Anonymous's picture

malikir atu jelema tehhh lain bisana ngotoran bumi,.... anjinkkkk

wah betul itu perlu

Anonymous's picture

wah betul itu perlu diawasi
selain itu saya k bina marga minta untuk dibersihkan diangkut sampahnya
mereka meminta nominal yang sangat besar dan beban bagi kami
apakah pemerintah tidak mengaggarkan untuk pembersihan sampah
karena kita masih dipungut biaya kebersihan melulu

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR