Mengagetkan, Abdul Kahar Mudzakkir Belum Jadi Pahlawan
YOGYAKARTA, (PRLM).- Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir sangat layak menjadi pahlawan nasional, namun faktanya mengagetkan karena belum ada pengakuan kepahlawanan tokoh tokoh tersebut.
Ketua Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Moh. Mahfudz MD di antara orang yang terkejut atas status Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir. “Seharusnya sejak dulu beliau diangkat menjadi pahlawan nasional mengingat jasa-jasanya bagi Indonesia,” kata dia.
Demikian pernyataan panitia Universitas Islam Indonesia (UII), Kamis (12/7), dari seminar tentang kiprah dan sosok yang terlupakan Prof. KH. Abdul Kahar Muzakkir, Mahfud menyatakan. “Tidak akan ada mahasiswa atau guru besar yang bebas menyampaikan pandangannya di depan publik, dalam seminar jika Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir tidak berjuang memberikan kemerdekaan Indonesia dan kebebasan berekspresi.”
Sebagai anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK), KH. Abdul Kahar Mudzakkir berjasa besar terhadap bangsa ini. Faktanya perannya dilupakan. Ini mirip tesis B. J. Boland dalam “The Struggle of Islam in Modern Indonesia”, adanya konspirasi mengurangi peranan tokoh umat Islam dalam pendirian bangsa. Misalnya teks pidato tokoh-tokoh Islam dalam risalah sidang BPUPKI (Badan Penyelidik Untuk Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau Dokuritzu Zyumbi Tyoosakai tidak diterbitkan, termasuk pidato Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir. Yang dimuat pidato MR Muh. Yamin, Dr. Soepomo, dan Ir. Soekarno. Kesalahan sejarah semacam ini harus diluruskan.
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Ahmad Syafi’i Ma’arif menyatakan sering emnjadi makmum salat berjamaah dengan imam Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir. “Beliau andil besar dan bekerja keras serta banyak penyumbang pemikirannya dalam Badan Oentoek Menyelidiki Oesaha2 Persiapan Kemerdekaan (BOEMOEPK), yang kemudian diubah menjadi BPUPK (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan). Beliau di BPUPK mewakili golongan santri.”
Dalam seminar bertajuk ‘Prof. KH. Abdul Kahar Mudzakkir: Mutiara Nusantara yang Terlupakan’ berkaitan Milad ke-69 Universitas Islam Indonesia (UII), mantan Ketua MPR Dr. HC A.M. Fatwa menyatakan ketotohan KH Abdul Kajar Mudzakkir sejajar dengan Dr. Soekiman Wirjosandjojo. Peran keduanya mirip, KH. Abdul Kahar Mudzakkir melawan Belanda awalnya dari sejumlah negara di Timur Tengah, sedang Dr. Soekiman Wirjosandjojo melakukan dari Belanda.
Sedang Rektor UII Prof. Edy Suandi Hamid, M.Ec menyatakan KH. Abdul Kahar Mudzakkir perintis pembentukan Sekolah Tinggi Islam (STI) yang kini menjadi UII dan merintis Fakultas Agama dan Fakultas Kependidikannya PTAIN ( UIN Sunan Kalijaga) dan perguruan tinggi lain di bawah Kementrian Agama. (A-84/A-147)***
Post new comment