Guru Diharapkan tidak Konsumtif, Inflasi Sembako Ditekan
TASIKMALAYA, (PRLM).- Para guru diharapkan tidak berlebihan atau terlalu konsumtif, sehingga tidak mempengaruhi inflasi terhadap barang kebutuhan sembilan bahan pokok sehari-hari di pasar-pasar tradisonal dalam menghadapi bulan puasa tahun ini. Demikian di antaranya yang terungkap pada Lokakarya Kebangsentralan, yang diikuti sekitar 100 guru SMA/SMK bidang studi ekonomu dari Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar, di gedung Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya, Rabu (11/7/12).
Menurut Humas Bank Indonesia, Rahmad Hadi Nugroho, biasa terjadinya inflasi ketika harga-harga barang naik secara bersamaan di pasar tradisional. "Atau sebuah komoditi naik dan mempengaruhi barang-barang lainnya, biasanya itu cenderung terjadinya inflasi. Nanti menjelang ramadan kita akan menyebarkan imbauan layanan masyarakat, agar konsumsinya normal. Dan jangan khawatirkan pasokan bahan makanan tetap tersedia. Pemerintah sudah menyediakan hal itu, seperti beras dari Bulog tetap ada, daging dan telur juga tetap ada. Jadi, jangan terus panik. Kemudian padagang pun jangan memanfaatkan momen-momen tertentu untuk menaikan harga, secara tidak normal," kata Rahmad.
Lokakarya selama dua hari yaitu Rabu hingga Kamis itu memberikan pemahaman terkait perbankanan dan kebijakan moneter, yang dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya. Diharapkan bisa memelihara kestabilan nilai rupiah dan mampu menetapkan, serta melaksanakan kebijakan moneter.
"Lokakarya ini dilakukan untuk memahami pemahaman Bank Indonesia sebagai kebijakan moneter, serta mampu menerapkan program otoritas jasa keuangan, yang bersifat peminjaman nasabah kepada masing-masing bank," jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Isa Anshory. (A-14/A-88)***
Post new comment