Sekitar 800 Peserta Ikuti Jambore Pasraman Tingkat Nasional II

NASIONAL
KONTINGEN dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berpose sebelum mengikuti pembukaan Jambore Pasraman Tingkat Nasional II/2012 di Hotel Merlynn Park Jakarta, Selasa (10/7) malam. Jambore akan berlangsung hingga 14 Juli 2012.*
AGUS IBNUDIN/PRLM
KONTINGEN dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berpose sebelum mengikuti pembukaan Jambore Pasraman Tingkat Nasional II/2012 di Hotel Merlynn Park Jakarta, Selasa (10/7) malam. Jambore akan berlangsung hingga 14 Juli 2012.*

JAKARTA, (PRLM).-Sekitar 800 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti Jambore Pasraman Tingkat Nasional II yang berlangsung di Jakarta pada 9-14 Juli 2012. Menteri Agama Suryadharma Ali membuka acara itu di Ballroom Hotel Merlynn Park, Jakarta, Selasa (10/7).

Tampak hadir antara lain Dirjen Bimas Hindu Kemenag IBG Yudha Triguna, Dirjen Bimas Islam Kemenag Abdul Djamil, dan Irjen Kemenag HM Suparta. Berdasarkan catatan, sebelumnya Jambore Pasraman Tingkat Nasional pertama berlangsung di Cibubur Jakarta pada 2010.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Suryadharma Ali meminta, umat Hindu agar tidak menganggap pasraman dan juga pendidikan agama sebagai pelaksana pendidikan “kelas dua” setelah bidang lainnya. “Pendidikan agama justeru harus menjadi pondasi penyelenggaraan pendidikan pada umumnya,” ujarnya.

Suryadharma mengakui, memposisikan pendidikan agama setara dengan bidang lainnya bukanlah hal mudah. Sarat dengan tantangan teknologi. Oleh karena itu, peran pasraman diharapkan mampu menjalankan misinya, yakni mencerdaskan generasi muda.

Dikatakan dia, dengan moral atau karakter insan yang baik selanjutnya dapat dibangun masyarakat yang cerdas, terampil, punya nilai estetika. Dan, berikutnya dapat mewujudkan masyarakat yang taat beragama, maju, mandiri, berakhlak mulia, toleran, rukun dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebelumnya, secara terpisah, Dirjen Bimas Hindu Kemenag IBG Yudha Triguna mengatakan, acara ini merupakan media bagi siswa-siswi dari kalangan umat Hindu untuk meningkatkan persahabatan, tukar-menukar pengalaman dan pengetahuan yang berasal dari berbagai daerah.

Pasraman berasal dari kata “asrama” (sering ditulis dan dibaca ashram) yang artinya tempat berlangsungnya proses belajar mengajar atau pendidikan. Pendidikan pasraman menekankan pada disiplin diri, mengembangkan akhlak mulia dan sifat-sifat yang rajin, suka bekerja keras, pengekangan hawa nafsu, dan gemar untuk menolong orang lain.

Dalam konteks ini kegiatan pasraman dimaknai sebagai ajang kompetisi untuk meningkatkan pengetahuan, persaudaraan, dan toleransi.

“Tujuan dari kegiatan itu sebagai sarana untuk saling tukar-menukar pengalaman para pelajar, mengingat umat Hindu yang tersebar di berbagai daerah memiliki latar belakang budaya dan pengalaman berbeda pula,” katanya.

Ditegaskan Triguna, pihaknya ingin merekatkan para pelajar dalam satu keluarga melalui kegiatan itu. Harapannya ke depan, mereka memiliki toleransi dan memiliki pengetahuan luas. Sekaligus pula dapat meningkatkan kreativitas. Tentu, ke depannya mereka akan menjadi insan beretika, bermoral, dan berbudi luhur.

Diperoleh keterangan, selama kegiatan itu berlangsung akan diisi lomba Mantram Tri Sandhya, Kramaning Sembah, Yoga Asanas. Juga, cipta lagu kreasi keagamaan, puisi keagamaan, pantun keagamaan, pelafalan doa sehari-hari, dan outbound.(A-94/A-89)***

Baca Juga

Pembunuhan Angeline Tersusun Rapi dan Bersih

NASIONAL
DENPASAR, (PRLM).- Margriet Christina Megawe (Margareta) dikenakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 tentang Pembunuhan. Selain itu, ia dikenakan pasal tentang penelantaran dan kekerasan anak.
 

Penanganan Kebakaran Hutan Prioritaskan Pada Efektivitas di Lapangan

NASIONAL

BANDUNG,(PRLM).- Anggota DPR RI dari Komisi IV Rofi Munawar menanggapi rencana pertemuan Presiden Jokowi dengan sejumlah pimpinan negara ASEAN terkait penanganan kebakaran hutan harus lebih fokus pada implementasi strategis dan efektifitas pencegahan yang simultan serta sinergis antarnegara ASEAN

Indonesia Lahir dari Suatu Revolusi

NASIONAL
DR. Daoed Joesoef tampil sebagai pembicara dalam diskusi panel serial yang berjudul  "Makna Nilai-Nilai Keindonesiaan bagi Pembangunan Negara Bangsa"  bersama  Pembina Yayasan Suluh Nuswantara Bakti Pontjo Sutowo yang digelar di Ballroom The Sultan Hotel

JAKARTA, (PRLM).- Para pemimpin politik yang pernah berkuasa selalu mengatakan pembangunan adalah untuk mengisi kemerdekaan. Ucapan ini misleading. Seolah-olah ada wadah yang cukup solid untuk menampung “isi”. Padahal kenyataannya tidak begitu. Pembangunan adalah untuk membuat wadah yang ideal.

Muktamar Ke-47 Muhammadiyah

Din Syamsuddin: Muhammadiyah tak Segan Kritik Pemerintah

NASIONAL

MAKASSAR, (PRLM).- Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan bahwa Muhammadiyah akan selalu mendukung program-program pemerintah yang pro rakyat. Akan tetapi, Muhammadiyah pun akan menentang kebijakan pemerintah yang menyimpang dari konstitusi.