Kamis, 20 Jun, 2013

Program Sumedang Puseur Budaya Sunda Terlalu Banyak

SUMEDANG, (PRLM).- Pelaksanaan program Sumedang Puseur Budaya Sunda (SPBS), terkendala kurangnya pendanaan maupun sarana dan infrastruktur pendukungnya. Padahal, relatif banyak program pengembangan SPBS yang membutuhkan sentuhan dana serta sarana lainnya dari pemerintah. Contohnya, persiapan Kab. Sumedang menjadi tuan rumah penyelenggaraan “Festival Keraton Nusantara”, penelitian situs peninggalan Kerajaan Sumedang Larang di daerah Kutamaya, Desa Padasuka, Kec. Sumedang Utara. Termasuk, untuk pemeliharaan koleksi benda pusaka dan alat kesenian tradisional sunda di Museum Prabu Geusan Ulun (MPGU).

“Memang untuk melaksanakan dan mengembangkan program SPBS ini, perlu dukungan dana dan sarana yang memadai,” kata salah seorang Pengurus Pemangku Adat Karaton Sumedang Larang, Yayasan Pangeran Sumedang (YPS), Achmad Wiriatmadja di gedung Srimanganti, Sumedang, Minggu (8/7/12).

Menurut dia, penyelenggaraan “Festival Keraton Nusantara”, penelitian situs bekas Kerajaan Sumedang Larang serta pelestarian benda pusaka serta alat kesenian sunda, menjadi bagian kegiatan pengembangan SPBS. Hanya saja, dikarenakan dukungan dana dan sarananya belum memadai, sehingga hal itu belum terlaksana secara optimal.

Sebelumnya, lanjut Achmad, Sumedang sempat ditawarkan menjadi tuan rumah “Festival Keraton Nusantara”. Akan tetapi, sehubungan sarana, infrastruktur serta dukungan dananya belum siap, sehingga festival tersebut diselenggarakan di daerah lain. Pasalnya, ketika Sumedang menjadi tuan rumah, tentunya harus memberikan kenyamanan bagi para tamu dari daerah lain di nusantara. Contohnya, ketersediaan penginapan dan hotel serta infrastruktur jalan dengan jarak tempuh yang relatif cepat.

“Mengingat kita belum siap memberikan kenyamanan berbagai fasilitas tersebut, sehingga kita belum bisa menjadi tuan rumah tahun ini. Minimal, kalau nanti tol Cisumdawu (Cieunyi-Sumedang-Dawuan) sudah jadi tahun 2014, diharapkan kita bisa menjadi tuan rumah. Dengan jalan tol, akses Bandung-Sumedang bisa ditempuh dengan cepat. Kalau sekarang kan, masih sering terjadi kemacetan di Tanjungsari dan Cadaspangeran. Sarana penginapan dan hotel di Sumedang pun masih terbatas, kecuali di Bandung dan Jatinangor,” ujarnya. (A-67/A-88)***

program spbs ada yang

Anonymous's picture

program spbs ada yang merambah dunia pendidikan g yakk.. khususnya sklah mnengah atas?

Pemprov Jabar memang tidak

Anonymous's picture

Pemprov Jabar memang tidak pernah memperhatikan pelestarian situs-situs peninggalan sejarah baik itu peninggalan kerajaan-kerajaan yang pernah ada di Tatar Sunda maupun peninggalan sejarah masa penjajahan kolonial Belanda dan perjuangan kemerdekaan. Terbukti dengan banyaknya temuan situs dan peniggalan sejarah yg dibiarkan terbengkalai atau dibongkar/dihancurkan. Contohnya situs di daerah Cicalengkatidak terurus, temuan gerabah-gerabah yang diduga peninggalan jaman Pajajaran di daerah Sukabumi tidak diteliti lebih lanjut, bangunan-bangunan jaman Belanda di Bandung dibongkar. Berbeda sekali dengan Pemprov Jatim yg melestarikan peninggalan kerajaan Majapahit.

matak pilih gubernur anu

Anonymous's picture

matak pilih gubernur anu nyaah kana akar budayana..............................ulah ukur jadi alat pamarentah jeung misi pribadi

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR