Setengah Irigasi Teknis di Garut Rusak
GARUT, (PRLM).- Sebanyak 50 persen jaringan irigasi teknis yang mengairi 136.000 hektare persawahan di Kabupaten Garut berada dalam kondisi rusak sementara debit sungai terus menurun dan curah hujan berkurang drastis. Kondisi ini menyebabkan ancaman kekeringan bagi pertanian Kabupaten Garut memasuki musim kemarau tahun ini.
"Di tengah program peningkatan produksi beras yang dicanangkan pemerintah dan percepatan masa tanam kemarau, kondisi kerusakan irigasi ini memang menjadi kendala untuk pengairan areal yang menjadi target tanam," ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Garut Uu Saepudin, Minggu (8/7/12).
Menurut dia, kekurangan air merupakan ancaman nyata bagi pertanian Garut yang merupakan salah satu produsen padi andalan di Jawa Barat. Sejumlah titik areal pertanian rawan mengalami kekeringan pada musim kemarau. Penyebabnya adalah tidak optimalnya 21 saluran irigasi teknis yang sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya karena rusak.
"Saluran irigasi teknis yang ada sudah mengalami pendangkalan parah, infrastrukturnya juga rusak karena jarang tersentuh perbaikan. Bahkan, tidak sedikit yang ambrol. Alur air sudah terganggu," ujar Uu. (A-168/A-88)***
Post new comment