Rabu, 22 May, 2013

Kuliner di Guangzhou, Perpaduan Semua Makanan Seluruh Dunia

HUMINCA/"PRLM"
HUMINCA/"PRLM"
TAHU yang jadi penganan khas di Guangzhou dan Nanning serta kota lainnya di Cina Selatan ini hanya diberi bumbu tauco. Harga satu porsi tahu bertauco ini adalah Rp 4.500.*

GUANGZHOU, (PRLM).- Di kalangan turis, sajian kuliner di Kota Guangzhou begitu terkenal. Pasalnya, di kota yang terletak di Cina Selatan ini, beragam makanan dari seluruh provinsi di Cina bisa ditemukan di sini. Mulai dari makanan berbumbu pedas, asin, asam, pahit, dan lainnya bisa ditemukan di sini.

Ciri khas makanan asli Guangzhou sendiri sebenarnya tidak memiliki banyak bumbu. Pasalnya, warga di Cina Selatan berbeda dengan di utara, lebih menyukai rasa makanan dibiarkan sesuai dengan aslinya.

Sebagai contoh, untuk penganan sejenis steamed fish, bumbunya hanya kecap asin, jahe dan bawang daun. Pun dengan tahu, cuma diberi tauco (kacang kedelai fermentasi). Jadi, bumbu yang dipakai diupayakan seminimal mungkin untuk menjaga rasa asli makanan.

Tidak heran, bagi sebagian turis dari negara rempah-rempah seperti Indonesia, kuliner orang Kanton (sebutan untuk warga di Cina Selatan) terasa kurang berbumbu.

Namun, Guangzhou adalah kota pertemuan beragam budaya sehingga kulinernya pun menjadi kaya. Oleh karena itu, tidak perlu khawatir, jika ingin mencari makanan yang sangat pedas seperti masakan di Provinsi Hunan dan Sinchuan ataupun ingin makanan Barat di Prancis dan Amerika, semua tersedia di sana.

Bahkan, untuk kaum Muslim, makanan halal mudah ditemukan di pusat kota Guangzhou, seperti di Tianhe District di antaranya Nuerbostan Restaurant dengan alamat East Linhe Road Nomor 137. Untuk pergi ke sana, Anda cukup menggunakan Metro line 3 dan berhenti di Guangzhou East Railway Station. Lalu, pilih pintu keluar di Exit F. Dari sini untuk menuju restoran, Anda tinggal berjalan kaki sekitar lima menit.

Untuk rumah makan halal di kawasan Yuexiu, Anda bisa mencoba restoran 1001 Arabian Nights dengan alamat Jiefang North Road Nomor 899.

Cara pergi ke sana mudah. Anda tinggal gunakan Metro line 2 dan berhenti di Yuexiu Park Station. Dari sini, pilih Exit E2. Dua menit jalan kaki dari sini, Anda pun tiba di restoran tersebut.

Jika Anda ingin mencicipi kuliner halal di pinggir jalan, maka Anda bisa mencobanya di sekitar kawasan Yuexiu (line 2). Di sana ada sejumlah pria penjual sate bersepeda. Mereka ini biasanya warga Muslim beretnik Hui yang bisa dikenali dari baju koko yang dikenakan lengkap dengan topi tarbusy (penutup kepala khas pria Muslim).

Harga sate yang mereka jual per tusuk sekitar Rp 3.000. Bagi penulis, merasakan kuliner di negeri asing adalah hal yang wajib dilakukan lantaran itu adalah salah satu medium untuk bersentuhan langsung dengan budaya lokal. (A-33//A-88)***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.