Lima Tahun Dibicarakan, Bandara Kertajati Belum Dikerjakan
BANDUNG, (PRLM).- Belum ada realisasi proyek yang signifikan dari rencana Masterplan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Terutama dalam hal pembenahan infrastruktur di Jawa Barat.
“Sampai sekarang, saya belum melihat program yang sudah in dari MP3EI. Saya beberapa kali ikut rapat, bicaranya masih banyak. Tapi, aksinya masih kurang,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat, Deddy Widjaya, saat dihubungi "PRLM", Jumat (6/7/2012).
Dia berpendapat, kebanyakan proyek yang termasuk dalam MP3EI, khususnya di Jabar, hanyalah meneruskan proyek yang sebelumnya sudah dirancang. “Coba saja lihat, seperti jalan tol misalnya. Dalam dua-tiga tahun terakhir belum ada pembangunan jalan tol yang benar-benar baru,” ujarnya.
Deddy menambahkan, proyek-proyek tersebut hingga saat ini malah belum ada yang rampung satu pun. Dia mencontohkan proyek Bandara Kertajati, dan pelabuhan laut Cilamaya Karawang. “Bandara Kertajati Majalengka sudah lima tahun dibicarakan, namun belum jalan-jalan. Hanya bicara-bicara. Demikian juga seperti Pelabuhan laut Cilamaya,” katanya.
Selain itu, dia juga menyebutkan kendala dari pemerintah daerah yang menyebabkan pembangunan infrastruktur berjalan lambat. Menurutnya, pemerintah daerah lebih banyak berjalan dengan rencana jangka pendek ketimbang jangka panjang dalam hal merencanakan pembenahan infrastruktur.
“Pemda, terutama bupati dan wali kota, lebih memilih kebijakan populis. Terutama saat pilkada, semuanya dibuat populis dan instan. Padahal, terkait pembenahan infrastruktur, itu bisa selesai 5-10 tahun. Kadang-kadang masa bakti bupati atau walikota sudah selesai, namun proyek belum selesai. Bila begitu, tentu nama bupati dan walikota tersebut tidak akan tercantum dalam proyek tersebut. Dampaknya, mereka jadi lebih senang proyek yang instan,” katanya. (CA-09/A-147)***
nampaknya sangat tidak
nampaknya sangat tidak profesional SDMnya: lemah dari segi lobby ke investor, lemah lobby ke Pusat pokoknya lemah lemah lemah....Lihat Bandara Hasanudin makasar!!!!Kualanamu!!!!!Minangkabau!!!!!!Bahkan bandara Sekelas daerah tingkat II Surakarta saja sudah memiliki bandara yang cukup bagus. Kalau lihat bandara Husen.....Betul betul bandara Internasional yang sangat LILIPUT> Keciiiiiiil Tidak sebanding dengan penduduk Jabar yang terbesar se Indonesia......
Nah kan, baru tahu kelemahan
Nah kan, baru tahu kelemahan sistem pemilihan kepala daerah per lima tahun.
Program belum berjalan, kepala daerah sudah ganti. Penggantinya bikin program baru sekehendak dia, belum tentu mau meneruskan program kepala daerah sebelumnya. Akhirnya uang terhambur-hambur, rakyat makin miskin.
he he he riya, sombong , ujub
he he he riya, sombong , ujub dan takabur
Post new comment