Senin, 20 May, 2013

Puluhan Hektare Tanaman Cabai Terancam Kekeringan

PURBALINGGA, (PRLM).- Sedikitnya 50 hektare tanaman cabai siap panen di Lereng Gunung Slamet Desa Serang Kecamatan Karangreja Purbalingga Jawa Tengah dalam kondisi kritis akibat kekeringan. Satu-satunya sumber air yang ada di desa tersebut telah diblokir oleh PDAM untuk memenuhi kebutuhan air minum warga Purbalingga.

"Jika dalam dua minggu tidak ada hujan maka tanaman akan layu dan kering seperti terbakar. Padahal saat ini usia tanaman cabai sudah mulai memasuki masa panen," kata Kepala Desa Serang Sugito, Jumat (5/7).

Saat ini kondisi tanah masih lembab namun seminggu ke depan kelembaban tanah menurun dan mulai mengering. Tanaman harus dilakukan penyiraman selama hujan tidak kunjung turun. Jika tidak dilakukan penyiraman tanaman akan layu, buah dan bunga cabai akan rontok. "Rata-rata petani baru 1-2 kali petik, padahal masa panen tanaman cabai berlangsung antara 7 hingga 8 kali petik," ujar Sugito.

Tanpa hujan penyiraman bakal membutuhkan biaya mahal, sebab petani harus mencari sumber-sumber air dengan kendaraan. Sumber air terdekat berjarak 8 kilometer. Sehingga sampai saat ini petani belum punya solusi untuk pengadaan air untuk tanaman.

Sebenarnya di Desa Serang ada sumber mata air yang cukup besar, bisa dimanfaatkan untuk air minum dan penyiraman lahan tanaman. Hanya saja saat ini sumber mata air sudah dikuasai PDAM untuk kebutuhan air minum masyarakat Purbalingga, sehingga setiap kemarau warga kekurangan air untuk ladang.

"Di Serang masih ada sumber mata air tapi debitnya kecil sekali, hanya untuk kebutuhan air minum warga. Untuk mendapatkannya pun warga harus antre. Kita dan warga sebenarnya sudah berkali-kali mengusulkan agar ada pembagian air untuk PDAM dan warga, namun hingga kini usulan kita tidak pernah digubris," jelas Sugito.(A-99/A-147)***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.