Brasil Tertarik Investasi Ternak di Indonesia
BANDUNG, (PRLM).-Brasil tertarik menanamkan investasi dan menjalin kerja sama pengembangan ternak di Indonesia, termasuk Jawa Barat (Jabar).
Negara Amerika Latin tersebut sudah menyatakan kesiapannya dalam melakukan transfer teknologi peternakan, termasuk pembibitan.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri, Duta Besar Pitono Purnomo pada “Opportunities and Challenges in Advancing TRade and Investment Towards American and European Regions di Kantor Bank Indonedia (BI) Wilayah Jabar Banten, Jln. Braga, Bandung, Kamis (5/7).
“Berdasarkan pernyataan duta besarnya, ada indikasi ketertarikan Brasil untuk menanamkan investasi bidang peternakan di Indonesia, bukan sekedar menjalin kerja sama perdagangan,” ujarnya.
Dengan sinyal tersebut, menurut dia, saat ini tinggal bagaimana dunis usaha di Indonesia, termasuk Jabar, merespon dan mengambil peluang tersebut. “Kami, pemerintah hanya mempertemukan. Langkah selanjutnya ada di tangan dunia usaha,” katanya.
Hasil ternak Brasil, termasuk dalam bentuk hewan ternak hidup, diekspor ke hampir 130 negara, termasuk Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, serta sebagian Asia, seperti Thailand dan Filipina. Nilai ekspornya mencapai 2 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Sementara di bidang perdagangan, menurut dia, Brasil juga bisa menjadi negara tujuan ekspor baru di luar mitra perdagangan tradisional, seperti negara-negara Eropa Barat yang saat ini sedang dilanda krisis.
Selain Brasil, neraga tujuan ekspor baru yang potensial, menurut dia, adalah Kolombia dan negara-negara Eropa Timur, seperti Hongaria, Yugoslavia, dan Kroasia.
“Komoditas yang cukup potensial untuk diekspor ke negara-negara tersebut adalah tekstil dan produk tekstil, alas kaki, furnitur, juga produk UKM, dalam hal ini kerajinan,” tuturnya.
Brasil merupakan salah satu produsen daging dan sapi terbesar di dunia. Populasi sapi di Brasil nyaris menyamai jumlah penduduk mereka. Saat ini jumlah penduduk Brasil sekitar 200 juta jiwa, sementara produksi sapi mereka mencapai 170 juta ekor per tahun.
Hal senada dilontarkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar Banten, Lucky Fathul Aziz Hadibrata. Dia mengatakan, ada indikasi bahwa Brasil tertarik untuk menjalin kerja sama pengembangan ternak dengan Indonesia, termasuk dalam bidang investasi.
“Kami akan mendorong Duta Besar Brasil agar pengusaha mereka berinvesatasi di bidang peternakan di Jabar. Mereka bawa uang dan bibitnya,” ujarnya.
Namun, menurut dia, saat ini masih ada ganjalan bagi Brasil untuk menanamkan modalnya di Indonesia. “Persoalannya harus ada approval dari Kementerian Peternakan dan ini yang dikatakan tanda kutip berat oleh Duta Besar Brasil, Julian Wilson,” tutur Lucky.
Ia menilai, potensi kerja sama dengan Brasil, baik di bidang investasi maupun perdagangan sangat terbuka lebar. Apalagi, saat ini Brasil menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tinggi di dunia. Saat ini penanaman modal asing di Indonesia masih didominasi oleh Jepang.
Sementara itu, Duta Besar Brasil untuk Indonesia, Paolo Alberto da Silveira Soares mengaku optimistis, dalam beberapa tahun mendatang kerjasama bidang ekonomi dengan Indonesia akan berkembang pesat. Menurut dia, kerja sama bukan hanya di bidang perdagangan, tapi juga investasi.
“Indonesia punya kekuatan dan potensi perdagangan yang besar serta strategis. Kerja sama Brasil dan Indonesia bisa menjadi kekuatan ekonomi baru,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Promosi Penanaman Modal Daerah (BKPPMD) Jabar, Agustiar, mengatakan, untuk mendatangkan investor asing baru, Indonesia harus membenahi infrastruktur, baik darat, laut maupun udara.
Selain itu, persoalan kepastian hukum juga masih menjadi kandala terbesar yang kerap dikeluhkan investor.
“Daerah juga harus lebih pintar mengemas potensi masing-masing agar lebih menarik,” katanya. (A-150/A-89)***
Post new comment