Demokrat Bangga, Ada Wacana Golkar Rekrut Ibas dalam Pilpres
JAKARTA, (PRLM).- Partai Demokrat mengaku bangga dengan wacana Ketua Dewan Pembina Pusat (DPP) Aburizal Bakrie yang melirik Sekretaris Jenderal DPP Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono sebagai pendamping untuk Pemilu Presiden 2014. Demokrat pun memuji wacana tersebut sebagai langkah yang cerdas.
"Tentu sebagai politisi kalau mau menang ya harus cerdas, karena selama ini elektabilitas pak Ical kan belum terlalu tinggi. Jadi ini salah satu upaya pak Ical untuk menghadapi Pilpres 2014," kata Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf kepada wartawan di gedung Parlemen Jakarta, Senin (2/7/12).
Nurhayati juga tidak menganggap wacana Ical menggandeng Ibas sebagai bentuk penantangan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu kepada Susilo Bambang Yudhoyono. Mengingat SBY dalam beberapa kesempatan sebelumnya, melarang keluarganya tampil sebagai capres atau cawapres.
Sedangkan menurut Ketua DPP Bidang Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul menilai wacana Ical, sebagai manuver politik praktisnya untuk meningkatkan elektabilitas.
"Golkar jago politik praktis, sebelumnya Pramono Edhie juga diwacanakan. Bahkan Mahfud MD juga masuk dalam wacana Ical. Ini perang syaraf, hanya berebut simpati," kata Ruhut kepada wartawan.
Bahkan Ketua DPP Partai Demokrat, I Gede Pasek tidak menyalahkan Ical berwacana menjadikan Ibas sebagai cawapres pendapmpingnya. Diakuinya, tidak menutup kemungkinan duel Partai Golkar dengan PD kembali terjadi seperti Pilpres 2004.
"Semua tidak menutup kemungkinan, ini kompetisi politik yang menarik dan produktif, jadi harus saling mendukung. Pak Anas datang berikan selamat untuk Ical," terangnya.
Meski Ical berwacana meminang Ibas, namun Pasek menegaskan keputusan terakhir berada pada majelis tinggi Partai Demokrat. "Nanti majelis tinggi yang ambil keputusan," katanya Pasek.
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan baru mengetahui wacana Ical meminang Ibas itu dari pemberitaan media saja. Bahkan, ia menilai hal tersebut tidak akan terjadi.
"Ya saya kan tahunya cuma dari media. Hal ini belum ada pembicaraan di internal partai. Saya rasa itu tidak mungkin ya," ucapnya.
Menurut dia, dari pembicaraan secara internal partai, baru ada empat calon pendamping Ical dalam Pilpres nanti. "klo dari internal partai justru disebutkan nama-nama seperti Pramono Edi Ipar Pak SBY, Soekarwo Gubernur Jatim, Mahfud MD dan Sri Sultan Hamengku Buwono," tuturnya. (A-194/A-108)***
Post new comment