Petani Luruk Gudang Garam Impor
SUMBER,(PRLM).- Para petani garam di Desa Astanamukti, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon meluruk gudang garam yang diduga berisi garam impor dari Australia milik PT. NGC di desa tersebut, Senin (2/7). Mereka menolak kehadiran garam impor dari negeri kanguru tersebut.
Dalam aksi yang dijaga ketat aparat Polri dan TNI itu mereka membawa poster bertuliskan menolak keberadaan garam impor yang disimpan di gudang garam di Desa Astanamukti. "Demi kedaulatan pangan, garam impor tidak seharusnya masuk di Astanamukti yang dikenal sebagai sentra garam terbesar di Jawa Barat," Kata salah seorang pengunjukrasa, Mae Azhar.
Menurut Mae, secara ekonomi masih dijajah oleh bangsa lain. Khususnya, garam sebenarnya tidak kekurangan. Pemerintah seharusnya memberi perhatian dan jalan keluar atas masalah yang dihadapi petani garam. Di antaranya, transfer tekonologi pengolahan garam merupakan solusi, sedangkan impor garam merupakan mala petaka bagi petani garam.
Mae Azhar menambahkan, petani menolak garam impor, karena dapat mengurangi pendapatan petani garam yang ada di wilayah desa Astanamukti. Dengan difasilitasi aparat keamanan pengunjuk rasa akhirnya berhasil melakukan dialog bersama pimpinan perusahaan.
Mereka diterima pimpinan perusahaan, Sugiarto Wijaya, Ketua Asosiasi Pengusaha Garam Jawa Barat, Cucu Sutara, perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta pihak keamanan.
Pada kesempatan itu, Cucu menyatakan, kebutuhan garam di Jawa Barat setiap tahunnya mengalami peningkatan, akan tetapi para produsen garam di daerah kurang mencukupi sehingga memilih mengimpor.
"Meskipun demikian, kami juga lebih mengutamakan garam dari para petani setempat," kata Cucu.
Diakuinya, garam impor yang masuk ke wilayah Kabupaten Cirebon sekitar 23.920 ton yang untuk konsumsi sendiri bukan untuk dijual ke masyarakat.
Puluhan petani garam usai berdialog meminta pimpinan perusahaan untuk menandatangani kesepakatan bersama, salah satu di antaranya terkait lebih mengutamakan garam petani daerah setempat yang harus dibeli oleh perusahaan. (A-146/C-23/A-89).***
Inilah konsep liberalis untuk
Inilah konsep liberalis untuk emnghancurkan ekonomi rakyat sentra produksi garam rakyat dimasuki garam inpor lebih murah...BAGAI MANA PEMKAB CIREBON DAN PEMDA JABAR AJA MENENG BAE !!!! melas wong cilik..
Post new comment