Petani Cilacap Hadapi Serangan Tikus
CILACAP, (PRLM).- Serangan hama tikus makin meluas, petani sejumlah desa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah serentak menggelar gopyokan tikus sedangkan Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Dintanbunhut) Purbalingga membentuk Brigade Kompor Tikur Bermesin, brigade dibentuk untuk memberantas hama tikus yang selama ini menyerang lahan persawahan di wilayah Purbalinggga.
Gopyokan tikus digelar di Desa Jengrana Kecamatan Kesugihan, gropyokan digelar oleh kelompok tani Sri Waluyo Sido Murni dan kelompok tani Dewi Sri.diikuti Bbupati Cilacap tato Suwarto Pamudji Senin (2/7/12).
Sejumlah cara ditempuh seperti melalui pengasapan pada lubang-lubang tikus di sepanjang pematang sawah dan menggunakan mercon.
Sekretaris Kecamatan Kesugihan - Nurindra lahan sawah di Desa Jangrana Kesugihan luasannya mencapai 150 hektar. Serangan hama tikus yang berlangsung terus menerus itu karena ketersediaan pangan yang tercukupi.
Kondisi ini sebagai akibat dari petani yang tidak mengubah pola tanam. Artinya sepanjang waktu hanya padi yang menjadi tanaman utamanya sedangkan palawija diabaikan.
Brigade Kompor Tikur Bermesin yang dibentuk Dinpertanhut Purbalingga untuk memberantas tikus dengan model pengomprongan. Pengomprongan caranya menggunakan kompor asap dimasukkan di lubang tikus.
"Pada kompor tikus ini, material yang digunakan sebagai bahan pembuat asap berupa belerang yang dicampur oli sehingga tikus langsung mati di dalam lubang," kata Kepala Dinpertanhut Purbalingga Ir Lily Purwati.
Gerakan pengendalian tikus harus dilakukan serempak karena sifat tikus yang selalu bergerak. Sehingga gerakan pembasmian hama tikus harus dilakukan serempak pada suatu area yang cukup luas. Selain tikus juga harus mewaspadai organisme pengganggu Tanaman (OPT) lain seperti blast.
Berdasarkan data di Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) Banyumas, luas areal tanaman padi yang terserang hama tikus di Cilacap, banyumas dan Purbalingga, mencapai 748 hektar. Wilayah terparah yang terkena serangan hama ini, adalah di Kabupaten Banyumas.
Khusus di Kabupaten Banyumas, terdapat 367 hektar sawah yang dirusak hama tikus ini. Dari luas sawah yang diamuk tikus tersebut, 299 mengalami rusak ringan, 52 hektar rusak sedang, 14 hektar rusak berat, dan 2 hektar sudah dipastikan puso. Di Cilacap tikus menyerang 268 hektar mengalami rusak ringan dan 6 hektar rusak sedang. (A-99/A-108) ***
Post new comment