Selasa, 21 May, 2013
Pascalaga Kandang Persib

Panpel Sisakan Sejumlah Pekerjaan Rumah

BANDUNG,(PRLM).- Panitia Penyelenggara (Panpel) Persib Bandung menyisakan sejumlah pekerjaan rumah terkait penyelenggaraan laga kandang "Maung Bandung" di musim kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2011-2012 ini.

Sekertaris Panpel Budhi Bram Rachman mengatakan, masih terdapat sejumlah evaluasi yang harus dibenahi pada musim mendatang.

"Kekurangan banyak, masih banyak yg harus dibenahi. Terutama pengamanan, tiket keriting, lalu pada awal putaran dua ini ada tiket palsu," ujarnya ketika ditemui seusai laga kandang terakhir Persib menjamu Persidafon Dafonsoro di Stadion Siliwangi, Bandung, Senin (2/6) petang.

Meskipun begitu, dia menuturkan, penyelenggaraan laga kandang Persib di putaran kedua ini sebenarnya sudah lebih baik dibandingkan putaran ataupun musim sebelumnya. Hal ini terutama terlihat dari tingkat kebocoran penonton dan juga pengamanan yang lebih baik.

Seperti diketahui, pada putaran kedua ini Persib menggunakan Stadion Siliwangi untuk menggelar laga kandangnya. Sedangkan di putaran pertama lalu, Persib menggunakan Stadion Si Jalak Harupat.

"Secara pendapatan juga lebih baik karena bisa dikatakan jumlahnya sebanding dengan kapasitas Stadion," tuturnya.

Meskipun begitu, ia mengakui masih banyak kekurangan yang terjadi dalam penyelenggaraan laga kandang Persib. Hal itu teutama masalah pelemparan yang kerap dilakukan bobotoh, dan juga masih banyaknya kembang api yang bisa dibawa masuk penonton dan dinyalakan di dalam stadion. (A-197/A-89)***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR