Kamis, 23 May, 2013

PDAM Perbaiki Jaringan Hadapi Kemarau

TASIKMALAYA, (PRLM).- Guna menghadapi musim kemarau berkepanjangan, Perum PDAM Kabupaten Tasikmalaya memperbaiki jaringan bak penampungan air di wilayah Kecamatan Cisayong, dan perbaikan kebocoran di semua wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Direktur Teknik PDAM Tirta Sukapura, Masdiat, Senin (2/7/12), debit air PDAM saat ini masih 45 liter per detik untuk konsumsi masyarakat di Tasikmalaya.

Masdiat mengungkapkan, perbaikan jaringan saluran air itu dilakukan untuk penangkapan kapasitas air, yang masih dimanfaatkan 45 liter per detik oleh masyarakat. Namun PDAM akan tetap melakukan pengesetan perbaikan jaringan air, supaya air tersebut tidak terfokus di suatu tempat saja melainkan harus menyeluruh.

"Saat ini perbaikan jaringan dan pengaturan penyaluran air PDAM secara terus menerus dilakukan, supaya masyarakat bisa menikmati air sebelum musim kemarau. Kendati pada musim kemarau ini sumber air yang berada di masing-masing wilayah masih normal dan tidak ada penurunan debit," kata Masdiat.

Sedangkan jaringan air yang berada di wilayah Singaparna, Kawalu, Indihiang, Tasikmalaya Barat, dan Tasikmalaya Timur akan terus menerus diperbaiki, termasuk perbaikan jaringan sumber air pemisah di Kawalu dan Tamansari, karena dua wilayah itu harus menggunakan tengki atau bak penampung air.

"Sedangkan mengenai kebocoran air, PDAM mengalami kerugian antara 40 hingga 50 persen, karena perbaikan pekerjaan pipa dari sambungan hingga ke pelanggan masih terus dilakukan," tuturnya. (A-14/A-88)***

Post new comment

Konten ini di bersifat pribadi dan tidak akan diperlihatkan kepada publik If you have a Gravatar account, used to display your avatar.
  • Alamat Web dan e-mail otomatis menjadi link.
  • HTML Tag yang diijinkan: <em> <strong> <cite> <code> <ul> <ol> <li> <dl> <dt> <dd>
  • Baris dan paragrap akan di break otomatis.
  • Filtered words will be replaced with the filtered version of the word.

Informasi lanjutan tentang opsi format HTML yang berlaku.

CAPTCHA
.

KOMENTAR