Sulitnya Mencari Buruh Derep
MAJALENGKA, (PRLM).- Akibat gabah hampa dampak dari kekeringan, kini beberapa petani di Desa Panyingkiran, Biyawak dan desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, Kab. Majalengka kesulitan untuk mencari buruh derep. Panen pun dilakukan sendiri oleh masing-masing petani.
Keengganan buruh tani untuk ikut memanen sawah (derep) tersebut menurut keterangan beberapa petani terkait hasil panen yang minim akibat terkena dampak kekeringan yang cukup lama yang mengakibatkan gabah hampa dan bulir padi sedikit.
“Kalau derep kan inginnya dapat gabah banyak sesuai dengan tenaga dan biaya yang dikeluarkan, sementara sekarang perolehan gabah sehari paling hanya beberapa kilogram saja,” ungkap Aep salah seorang petani.
Menurut Aep, H.Yahya, H.Askur, Gujil, Rosid serta Miftah dan Ofik areal sawah yang terkena kekeringan di Blok Tegalsoga, Haur Anak, Calung dan Blok Cikamuning yang luasnya hampir mencapai 100 hektare lebih ini gagal panen.
Dari luas areal sekitar 200 bata yang biasanya diperoleh hingga mencapai 1,6 ton lebih, kini hanya diperoleh sekitar 2 kuintal saja, karena kondisi padinya hampa serta banyak rumpun yang tidak berbuah.
Tak heran kalau kini banyak buruh tani yang enggan menderep di sawah tersebut. Karena mereka bakal rugi tenaga. Buruh tani jika melihat kondisi padi seperti itu inginnya menjadi buruh harian yang bayarannya Rp 50 ribu/hari, bukan lagi menjadi tenaga derep yang upahnya berdasarkan perolehan gabah. (C-28/A-88)***
Post new comment